Media massa memainkan peran sentral dalam membentuk opini publik dan menyebarkan informasi. Kita sering bergantung pada media massa untuk mendapatkan berita, pemahaman tentang isu-isu global, serta pandangan tentang berbagai masalah sosial dan politik. Namun, apa yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang adalah penggunaan bahasa dan struktur naratif di balik artikel-artikel media.

Analisis wacana kritis adalah pendekatan interdisipliner yang memeriksa bagaimana bahasa digunakan dalam teks untuk menciptakan makna dan memengaruhi persepsi pembaca. Ini melibatkan penelitian terhadap makna tersembunyi, konstruksi sosial, kekuasaan, dan ideologi dalam sebuah teks. Secara khusus, analisis wacana kritis menggali naratif, metafora, framing, serta penggunaan bahasa dan gambar yang mungkin mengarah pada penyimpangan, stereotip, atau pembingungan dalam pemahaman suatu isu.

Untuk memahami lebih lanjut tentang analisis wacana, maka Prodi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ setelah sekian masa, akhirnya menyelenggarakan Seminar Wacana Kritis kembali yang diadakan untuk kedua kalinya pada Selasa, 22 Agustus 2023 di Gedung Dewi Sartika Ruang 607. Dengan mengundang narasumber yang sama, Ibu Myrna Laksman, pada kesempatan ini mahasiswa PBP diajak untuk mempraktikkan bagaimana melakukan analisis wacana kritis terhadap artikel dalam media massa.

Satu hal kunci yang harus ditumbuhkan oleh seorang analis wacana kritis adalah rasa curiga terhadap segala hal yang ada dalam artikel yang diteliti. Rasa curiga adalah salah satu aspek paling penting dalam analisis wacana kritis. Dengan rasa curiga yang kuat, seorang analis dapat menggali lebih dalam ke dalam artikel media, mengungkap makna tersembunyi, ideologi, dan kekuasaan yang mungkin tersembunyi di dalamnya. Ini adalah alat penting dalam membentuk pemahaman kritis tentang teks media dan memungkinkan pembaca untuk melihat melampaui kata-kata dan narasi yang disajikan.

Analisis wacana kritis adalah alat penting dalam membaca media massa dengan pemahaman yang lebih mendalam. Ini memungkinkan kita untuk melihat melampaui kata-kata dan gambar, membongkar bias ideologis, dan memahami pengaruh kekuasaan dalam pembentukan narasi. Dengan demikian, kita dapat menjadi pembaca yang lebih cerdas dan kritis, mampu mengidentifikasi serta menafsirkan pesan yang tersembunyi di balik artikel media massa. Dengan demikian, semoga ilmu yang diperoleh dari seminar ini dapat memberikan inspirasi topik atau masalah penelitian untuk skripsi mahasiswa PBP.