Kemampuan berbicara di depan umum atau yang sering disebut public speaking adalah salah satu keterampilan paling berharga dalam dunia profesional dan pribadi. Ini adalah bentuk kompetensi berbahasa lisan yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan efektif, memengaruhi orang lain, dan membangun hubungan yang kuat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa public speaking penting sebagai bentuk kompetensi berbahasa lisan.

Public speaking adalah alat penting untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Kemampuan untuk mengorganisir ide-ide, menyampaikan pesan dengan jelas, dan menjelaskan konsep yang rumit kepada audiens yang mungkin tidak memiliki pengetahuan yang sama adalah keterampilan berharga. Ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks, mulai dari rapat bisnis hingga presentasi akademis. Kemudian, public speaking juga memungkinkan seseorang untuk memengaruhi dan memotivasi orang lain. Berbicara di depan umum memberikan kesempatan untuk berbagi gagasan, pandangan, dan inspirasi. Orang yang berbicara dengan percaya diri dan meyakinkan memiliki kemampuan untuk memotivasi audien mereka, mengubah pemikiran mereka, dan bahkan mempengaruhi keputusan mereka. Selain manfaat eksternal, public speaking juga merupakan alat yang kuat untuk pengembangan diri. Melalui proses berbicara di depan umum, seseorang dapat mengatasi rasa gugup, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Ini adalah jalan untuk pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan.

Pada hari Kamis, 21 September 2023, Prodi Pendidikan Bahasa Prancis mengadakan Diskusi Ilmiah Pertama dengan topik pembahasan “Public Speaking Sebagai Bentuk Kompetensi Berbahasa Lisan” dengan Ibu Frina Diniarta Nur, S.E., M.Hum yang merupakan dosen Institut Bisnis Nusantara selaku narasumber yang dipandu pemaparannya oleh Madame Ratna.

Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (Angkatan 2021-2023) serta sambutan oleh Ibu Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni. Selama diskusi berlangsung, Ibu Frina membahas mengenai struktur dalam berbicara di depan publik, bagaimana menangani rasa gugup, dan cara dalam mendapatkan perhatian audience. Diskusi ilmiah ini memberikan banyak ilmu baru yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh para peserta ke depannya.