Dari Kelas ke Layar: Mahasiswa Didorong Bangun Personal Branding dan Portofolio Digital

Jakarta, 1 September 2026 — Kegiatan Studium Generale menghadirkan Ludia Amaye Maryen, S.Pd., Japanese Language Educator, content creator, public speaker, dan Founder Dekiru Education, sebagai narasumber dalam sesi bertema “Dari Kelas ke Layar: Bahasa, Budaya, Personal Branding. Becoming a Multicultural & Adaptive Digital Creator”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun kehadiran dan portofolio digital sejak masih berada di bangku kuliah.

Dalam pemaparannya, Ludia menjelaskan bahwa perkembangan era digital membuat mahasiswa tidak hanya memiliki curriculum vitae (CV), tetapi juga perlu memperhatikan digital footprint atau jejak digital. Kehadiran di berbagai platform digital dapat membantu orang lain mengenali kompetensi, pengalaman, dan karakter seseorang sebelum bertemu secara langsung.

Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah personal branding. Menurut materi yang disampaikan, personal branding berkaitan dengan bagaimana seseorang diingat ketika dirinya tidak berada di dalam ruangan. Personal branding dibangun melalui pengetahuan, pengalaman, kepribadian, dan konsistensi, bukan sekadar pencitraan.

Mahasiswa juga diajak melihat kemampuan bahasa Jepang sebagai keterampilan yang dapat dikembangkan ke berbagai bidang. Kemampuan tersebut dapat diarahkan menjadi profesi atau aktivitas seperti pengajar, penerjemah, content creator, digital educator, host, penulis, entrepreneur, maupun komunikator budaya. Media digital berperan sebagai penguat agar keterampilan tersebut dapat dikomunikasikan dan terlihat oleh masyarakat yang lebih luas.

Melalui pengalaman pribadinya, Ludia turut menunjukkan perjalanan dari pendidikan bahasa Jepang, membangun komunitas belajar, mengajar, membuat konten pendidikan, hingga membangun Dekiru Education. Ia menjelaskan bahwa konten yang dibuat dapat membentuk audiens, kepercayaan, komunitas, dan pada akhirnya membuka peluang. Dalam materi juga ditekankan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk membangun portofolio dan tidak harus menunggu menjadi ahli untuk mulai berbagi.

Pesan lain yang disampaikan adalah pentingnya mempertahankan identitas diri ketika mempelajari budaya lain. Perpaduan antara bahasa Jepang dan perspektif Papua menjadi salah satu contoh bahwa perbedaan dapat menjadi keunggulan. Mahasiswa didorong untuk belajar, menciptakan karya, membangun koneksi, dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan lingkungan digital.

Dalam konteks pendidikan tinggi, kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Literasi digital, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, berpikir adaptif, serta kemampuan membangun portofolio menjadi bagian dari kompetensi yang dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa melampaui batas-batas ruang kelas.

Kegiatan ini juga mendukung SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan prinsip inklusivitas dan kesetaraan kesempatan dalam pengembangan potensi mahasiswa. Ruang digital memberikan kesempatan bagi individu dengan beragam latar belakang, pengalaman, identitas budaya, dan karakteristik untuk menunjukkan kompetensi serta menghasilkan karya yang dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Dengan demikian, keberagaman tidak hanya dipandang sebagai perbedaan, tetapi sebagai sumber kekuatan untuk membangun kolaborasi, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang yang lebih setara.

Dengan demikian, kegiatan Studium Generale diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemelajar, tetapi juga pencipta karya dan komunikator yang adaptif. Peserta diharapkan dapat mulai mengenali kemampuan yang dikuasai, hal yang disukai, pengalaman yang dimiliki, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada orang lain, kemudian mengembangkannya menjadi konten dan portofolio digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *