“Seimon” Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru Pendidikan Bahasa Jepang UNJ Menapaki Kehidupan Kampus

JAKARTA — Sebanyak 148 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), resmi mengawali perjalanan akademiknya melalui Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Prodi (PKKMBP) 2026. Mengusung tema “Seimon” (正門) yang berarti “Gerbang Utama”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.

PKKMBP 2026 berlangsung selama dua hari, yakni Rabu (26/8/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan Kamis (27/8/2026) secara luring di Gedung SFD Tower B Lantai 9, Kampus A UNJ. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian penutup dari proses pengenalan kampus bagi mahasiswa baru di tingkat program studi.

Mengenal Organisasi dan Kehidupan Akademik

Hari pertama PKKMBP digelar secara daring pada Rabu (26/8). Sebanyak 136 peserta dan 76 panitia mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pembukaan hingga penutupan.

Kegiatan diawali dengan pengondisian dan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UNJ, Hymne UNJ, dan Mars Fakultas Bahasa dan Seni.

Rangkaian pembukaan juga diisi dengan sambutan dari Ketua HIMA Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Muhamad Rifqi Muflih, Dosen Pembimbing HIMA Muhammad Ali Hamdi, M.Pd., serta Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Dr. Frida Philiyanti, S.S., M.Pd.

Memasuki agenda utama, mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi yang disampaikan langsung oleh Ketua HIMA. Peserta juga mendapatkan informasi praktis mengenai kehidupan akademik melalui video tutorial pengisian Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

Salah satu agenda yang mendapat perhatian peserta adalah sharing session bersama alumni atau senpai. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman perkuliahan, kehidupan organisasi, hingga berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.

Setelah ISHOMA, kegiatan kembali dilanjutkan dengan penayangan penampilan Club Mikoshi, hasil penugasan kelompok mahasiswa baru, serta pengisian post-test. Rangkaian hari pertama ditutup dengan pemberian sanksi oleh Sie K3 kepada peserta yang belum memenuhi ketentuan pelaksanaan kegiatan.

Dari Orientasi Kampus hingga Mengenal Dosen dan Program Studi

Suasana berbeda terasa pada hari kedua. Setelah mengikuti kegiatan secara daring, mahasiswa baru kembali dipertemukan secara langsung pada Kamis (27/8) di Gedung SFD Tower B Lantai 9, Kampus A UNJ.

Sebanyak 75 panitia, di bawah koordinasi Ketua Pelaksana Owen Krisnadi, bertugas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Dari 148 mahasiswa baru yang terdaftar, sebanyak 92 mahasiswa hadir secara langsung di lokasi. Menurut panitia, kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh aksi unjuk rasa berskala besar yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta pada hari yang sama sehingga berdampak pada akses dan mobilitas sebagian mahasiswa menuju kampus. Kendati demikian, kegiatan tetap berlangsung sesuai susunan acara dengan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan.

Hari kedua diawali dengan pengondisian dan pengecekan atribut peserta di titik kumpul. Peserta kemudian diarahkan memasuki ruangan secara tertib sebelum mengikuti pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Indonesia Raya, Mars UNJ, Hymne UNJ, dan Mars Fakultas Bahasa dan Seni.

Untuk mencairkan suasana, mahasiswa baru mengikuti berbagai games yang dirancang untuk membangun interaksi dan kekompakan antarpeserta. Kegiatan kemudian berlanjut pada agenda yang menjadi salah satu bagian penting PKKMBP, yaitu pengenalan program studi dan jajaran dosen.

Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Dr. Frida Philiyanti, S.S., M.Pd., memperkenalkan program studi sekaligus memberikan gambaran mengenai lingkungan akademik yang akan menjadi ruang belajar mahasiswa selama menempuh pendidikan di UNJ. Sesi tersebut dilengkapi dengan tanya jawab dan pemberian sertifikat kepada pemateri.

Mahasiswa baru juga mengikuti orientasi kampus untuk mengenal berbagai fasilitas dan lingkungan UNJ. Setelah ISHOMA, agenda dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta berbagai peraturan dan saran akademik yang perlu dipahami mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

20 Mahasiswa dari Mappi, Papua Tambah Warna Keberagaman

PKKMBP 2026 juga menjadi momentum perjumpaan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah. Tahun ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNJ menerima 20 mahasiswa baru asal Kabupaten Mappi, Papua.

Kehadiran mahasiswa dari Mappi turut memperkaya keberagaman angkatan baru. Perbedaan latar belakang daerah, budaya, dan pengalaman menjadi bagian dari dinamika baru yang akan mewarnai kehidupan akademik mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang UNJ.

Dosen Pembimbing HIMA, Muhammad Ali Hamdi, M.Pd., dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru menjadikan pengalaman PKKMB sebagai bekal untuk memulai kehidupan perkuliahan.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Semoga apa yang kalian dapatkan selama kegiatan PKKMB ini bisa menjadi bekal untuk menjalani perkuliahan ke depan, dan kalian bisa segera beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Dr. Frida Philiyanti, S.S., M.Pd. Ia secara khusus menyampaikan sambutan kepada mahasiswa yang datang dari luar Jawa.

“Kami menyambut baik seluruh mahasiswa baru, termasuk adik-adik yang datang jauh dari Mappi, Papua. Prodi ini adalah rumah baru bagi kalian, jadi jangan ragu untuk aktif bertanya, belajar, dan berproses bersama selama menempuh pendidikan di sini,” katanya.

Menutup PKKMB dengan Harapan untuk Masa Depan

Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa baru diajak menuliskan harapan mereka melalui time capsule. Pesan-pesan tersebut menjadi simbol harapan dan cita-cita yang ingin diwujudkan selama menjalani masa perkuliahan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan pengumuman pemenang games dan penugasan terbaik, penayangan dokumentasi Pra-PKKMB dan PKKMB, serta pemberian sanksi oleh Sie K3 bagi peserta yang melanggar ketentuan.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama mahasiswa baru dan panitia. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian PKKMBP 2026 dan menjadi awal perjalanan baru mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNJ.

Melalui tema “Seimon”, PKKMBP 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi simbol terbukanya sebuah gerbang menuju perjalanan akademik yang baru. Dari gerbang tersebut, mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang aktif, adaptif, kolaboratif, dan siap berkembang bersama keluarga besar Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNJ.

Kegiatan PKKMBP 2026 merupakan bagian dari program kerja HIMA Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *