
Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Linguistik Terapan pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WIB, bertempat di Gedung Bung Hatta Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UNJ. Ujian ini menghadirkan promovenda Yuniarsih, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNJ, yang mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jepang Melalui Project Based Learning Berbasis Pemahaman Lintas Budaya” di hadapan tim penguji.
Dalam disertasinya, Yuniarsih mengkaji pengembangan model pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang dengan memadukan pendekatan project based learning dan penguatan pemahaman lintas budaya, sebagai upaya menjawab tantangan pembelajaran bahasa asing yang tidak hanya menuntut penguasaan struktur kebahasaan, tetapi juga kepekaan terhadap konteks budaya penutur bahasa sasaran.
Dalam pemaparannya, Yuniarsih menegaskan pentingnya model pembelajaran yang mengaitkan praktik berbicara dengan pengalaman nyata lintas budaya. “Model pembelajaran berbasis proyek ini mendorong mahasiswa tidak sekadar menghafal pola kalimat, tetapi belajar berbicara bahasa Jepang melalui pengalaman yang bermakna, sehingga mereka juga memahami nilai dan konteks budaya di balik bahasa yang mereka pelajari,” ujarnya di hadapan tim penguji.
Rangkaian ujian berlangsung dengan sesi tanya jawab yang mendalam. Tim penguji memberikan sejumlah masukan, mulai dari ketajaman kerangka teoretis, konsistensi metodologi penelitian, implementasi model di kelas pembelajaran bahasa Jepang, hingga relevansi hasil penelitian bagi pengembangan kurikulum pembelajaran bahasa Jepang di perguruan tinggi.
Diskusi yang berlangsung dinamis ini mencerminkan proses akademik yang ketat sekaligus menjadi bentuk penjaminan mutu terhadap karya ilmiah yang dihasilkan.Melalui ujian terbuka ini, Yuniarsih resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dari Program Doktor Linguistik Terapan Sekolah Pascasarjana UNJ. Ke depan, hasil disertasi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui diseminasi lebih luas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun pelatihan bagi pengajar bahasa Jepang, agar model pembelajaran berbasis proyek dan pemahaman lintas budaya ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan.