
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas dan inklusif bagi anak-anak muda di kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Lewat Program 1.000 Sarjana Mappi, UNJ melakukan penjemputan simbolis terhadap calon mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, sebagai bentuk konkret kerja sama dalam mencetak SDM unggul yang siap berkompetisi baik secara nasional maupun internasional.
Acara berlangsung Selasa, 30 Juni 2026 di Kampung Muin, Distrik Obaa, sebagai rangkaian kunjungan delegasi UNJ ke Mappi. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Ifan Iskandar, secara langsung menjemput Emeliana Wagatu, yang akan menempuh studi di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Emeliana kemudian diserahkan secara simbolis kepada Dekan FBS UNJ, Syamsi Setiadi, menandai dimulainya proses pendampingan akademik yang akan ia jalani selama kuliah.
Kunjungan delegasi yang berlangsung 28 Juni–2 Juli 2026 ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara UNJ dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, yang mencakup dua program utama: pelatihan dan pendampingan bagi sekitar 1.000 guru setempat untuk meningkatkan kompetensi mengajar, serta seleksi dan matrikulasi mahasiswa baru asal Mappi yang akan kuliah di UNJ.
Rombongan UNJ dipimpin Prof. Ifan Iskandar, didampingi sejumlah pimpinan universitas antara lain Prof. Hapidin (Sekretaris MWA), Prof. C. Rudy Prihantoro (Ketua Komisi Pendidikan Senat Akademik), para dekan dari FIKK, FIP, FISH, FBS, dan FPsi, Direktur Kerja Sama dan Bisnis, Kepala Humas dan Informasi Publik, dosen FISH, serta tim protokoler.
Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, mengapresiasi komitmen UNJ dan menyebut program ini sebagai investasi penting untuk mencetak generasi muda berpengetahuan, berkarakter, dan mampu membangun daerahnya. Prof. Ifan Iskandar menambahkan bahwa kehadiran UNJ di Mappi merupakan wujud nyata pengabdian kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi yang setara bagi seluruh anak bangsa.
Dekan FBS, Syamsi Setiadi, menyatakan kesiapan fakultasnya menjadi tempat mahasiswa Mappi mengasah kemampuan akademik, bahasa, seni, dan wawasan global. Ia menekankan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang tak hanya mengajarkan kompetensi bahasa, tapi juga membentuk karakter dan kemampuan komunikasi lintas budaya. Ia juga menyampaikan komitmen FBS untuk memberikan pendampingan penuh agar Emeliana kelak dapat kembali mengabdi bagi kemajuan Mappi.
Kebahagiaan turut dirasakan keluarga Emeliana. Sang ayah, Musato Wagatu, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini, sementara sang ibu, Everista Tanggipaimu, berharap putrinya dapat belajar sungguh-sungguh dan kembali membawa manfaat bagi masyarakat Mappi.
Melalui Program 1.000 Sarjana Mappi, UNJ bersama Pemerintah Kabupaten Mappi terus memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas guru, dan menyiapkan generasi muda Papua Selatan yang unggul serta berdaya saing global untuk mendukung pembangunan daerah dan bangsa.