
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Jalaludin Akbar, mahasiswa angkatan 2022, berhasil lolos mengikuti program internasional bergengsi, Japanese-Language Program for Counterpart Japanese Learners (University Students) Spring 2026. Program kunjungan belajar intensif ini diselenggarakan langsung oleh Japan Foundation melalui Japan Foundation Japanese-Language Institute, Kansai, Jepang.
Langkah Jalaludin menuju kancah internasional tidak didapatkan secara instan. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari prestasi sebelumnya, di mana ia berhasil meraih juara dalam lomba presentasi bahasa Jepang tingkat Jabodetabek dan Banten. Kemenangan di level regional tersebut menjadi modal krusial yang mengantarkan Jalaludin mendapatkan rekomendasi khusus untuk menjadi delegasi dalam program berskala global ini.
Program Counterpart Japanese Learners merupakan inisiatif tahunan dari Japan Foundation yang bertujuan meningkatkan kompetensi berbahasa sekaligus memperdalam pemahaman budaya Jepang bagi mahasiswa di kawasan Asia. Untuk edisi Spring 2026, program dijadwalkan berlangsung selama enam minggu, mulai 12 Mei hingga 24 Juni 2026, berpusat di Osaka, Jepang. Indonesia menjadi salah satu negara mitra utama dengan mengirimkan 7 orang delegasi, bergabung bersama peserta lainnya dari Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos, India, dan China.
Selama di Jepang, Jalaludin akan menjalani serangkaian aktivitas akademik dan kultural yang komprehensif. Selain kelas bahasa Jepang intensif, fokus utama program ini adalah pembelajaran tematik mengenai pariwisata, kuliner, dan keberagaman masyarakat melalui diskusi serta praktik lapangan. Ia juga akan ditantang mengembangkan proyek individu bertajuk 「テーマ学習」 (Tema Gakushu) yang akan dipresentasikan di akhir program sebagai bentuk refleksi hasil belajar. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kunjungan institusi dan pengalaman homestay bersama warga lokal, dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Jepang untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang autentik.
Menanggapi pencapaian ini, Jalaludin mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kesempatan emas tersebut. Baginya, program ini merupakan wadah nyata untuk menguji kemampuan bahasa yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan sekaligus membangun jejaring lintas budaya. Terlebih lagi, program ini memberikan dukungan penuh berupa fasilitas tiket perjalanan, akomodasi, hingga biaya hidup, sehingga ia dapat fokus sepenuhnya pada pengembangan diri.
Pencapaian Jalaludin Akbar ini sekaligus menegaskan kualitas mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang UNJ yang mampu bersaing di level internasional. Diharapkan, sekembalinya dari Osaka, pengalaman ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik prodi serta memperkuat peran mahasiswa sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan Jepang di masa depan. Selamat berjuang dan membawa nama baik almamater di Negeri Sakura!