

Jakarta, 24 Januari 2026 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) menyelenggarakan Employer Meeting FBS 2026 bertema “Bridging Curriculum and Industry Needs in Language and Literary Studies”. Bertempat di Hotel Mercure Jakarta, kegiatan ini menjadi forum strategis yang menyatukan sinergitas dengan berbagai lulusan dalam bidang bahasa, seni, pendidikan, dan perwakilan mitra dalam dunia usaha, dunia industri, serta institusi pendidikan.
Forum ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat keselarasan antara kurikulum pendidikan di UNJ dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, seiring transformasi digital, industri kreatif, serta dinamika sosial-budaya global. UNJ memandang penting adanya ruang dialog terbuka agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga relevan secara profesional.
Dalam sambutannya, Dekan FBS UNJ menegaskan bahwa lulusan bidang bahasa dan seni saat ini dituntut memiliki kompetensi multidimensional, mencakup penguasaan keilmuan, kreativitas, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi di berbagai sektor. Menurutnya, perkembangan industri kreatif, media, pendidikan, komunikasi, dan kebudayaan membuka peluang luas bagi lulusan, namun sekaligus menuntut kesiapan keterampilan yang lebih aplikatif.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., juga menyampaikan, “Kerja sama yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja memiliki peran penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi, memiliki kompetensi yang memadai, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.” Ia juga menegaskan bahwa kurikulum yang terus disesuaikan dengan dinamika tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara optimal, melahirkan lulusan berkualitas, meningkatkan reputasi universitas, dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak.
Selain itu, para mitra yang hadir turut memberikan masukan mengenai kompetensi yang perlu diperkuat, seperti kemampuan komunikasi profesional, pengelolaan konten dan media, produksi karya seni, manajemen pertunjukan, pedagogi kreatif, serta pemanfaatan teknologi dalam praktik kebahasaan dan kesenian. Penguatan soft skills seperti kolaborasi, etika kerja, manajemen waktu, kepemimpinan, dan ketahanan mental dinilai sangat penting dalam menunjang keberhasilan lulusan juga tidak kalah penting.
Selanjutnya, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berlangsung interaktif dengan menyoroti pentingnya pengalaman praktik melalui program magang, proyek kolaboratif, keterlibatan praktisi dalam pembelajaran, serta riset dan penciptaan karya berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui kegiatan Employer Meeting FBS 2026 ini, kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum pendidikan di lingkungan FBS UNJ berhasil dijembatani. Telah didapatkan umpan balik dari pengguna lulusan serta membuka peluang kerja sama dalam bentuk magang, praktisi mengajar, produksi karya bersama, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini pula FBS UNJ optimis dapat memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan bahasa dan seni yang responsif, inovatif, dan berdaya saing, serta melahirkan lulusan yang kreatif, profesional, dan mampu berkontribusi nyata di dunia kerja maupun dalam pengembangan kebudayaan.