FAKULTAS BAHASA DAN SENI
Cerdas, Bermartabat, Unggul
Arsip Postingan

FBS MENDOBRAK CARA PANDANG SASTRA: “LITERARY CRITICISM SEBAGAI JEMBATAN ANTARA KARYA, KEHIDUPAN, DAN BUDAYA” METODE CREATIVE PRESENTATION BERSAMA PROF. DOMELYN S. ADOLFO, M.A., ED. ENGLISH

13 maret 2026 — Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta tidak berhenti berinovasi dan kembali mengadakan program interaktif guna meningkatkan dan memperluas jejaring akademik internasional yang berkolaborasi dengan National University Manila, Filipina. Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian program ini adalah sesi Visiting Lecturer yang menghadirkan akademisi dari National University Manila, yaitu Prof. Domelyn S. Adolfo, M.A., Ed. English. Dihadiri juga oleh Dr. Ellita Permata Widjayanti M. A selaku Koordinator Program Studi Sastra Inggris, Para Dosen, yaitu Yosafat Barona Valentino, S. Pd, M. Hum, Hasnini Harsa, S.S, M. Hum, Faizzah Shabrina Zhafirah, S. Hum, M. Hum. Kegiatan ini dilakukan pada dua tempat yang berbeda, yaitu GDS Building, 4F, Room 407 dan Ki Hadjar Dewantara Building, 9F, Aula Bung Hatta. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Domelyn S. Adolfo, M.A., Ed. menyampaikan materi bertajuk “Introduction to Literary Criticism” kepada mahasiswa Program Studi Sastra Inggris di lingkungan FBS UNJ.

Materi ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan konsep dasar, tetapi juga untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif, kreatif, serta mendorong mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam proses analisis karya sastra. Dalam pemaparannya, Prof. Domelyn menjelaskan bahwa literary criticism atau kritik sastra merupakan suatu pendekatan sistematis untuk memahami, menafsirkan, serta mengevaluasi karya sastra secara mendalam. Kritik sastra tidak hanya berfokus pada cerita atau alur semata, tetapi juga berupaya mengungkap makna yang lebih luas mengenai pengalaman, nilai budaya, serta konteks sosial yang melatarbelakangi sebuah karya. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk menjadi pembaca yang kritis dan kreatif. Untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran, sesi ini juga menggunakan metode Creative Presentation. Metode ini memungkinkan mahasiswa menyampaikan pemahaman mereka terhadap karya sastra melalui berbagai bentuk presentasi kreatif. Beberapa bentuk presentasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini antara lain mini skit, tableau, news report, storyboard atau comic strip, hingga adaptasi puisi atau lagu. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan interview with characters, yaitu memerankan tokoh dalam cerita dan menjelaskan keputusan atau tindakan yang mereka ambil dalam alur cerita.

Pendekatan ini pun dirancang untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori secara konseptual, tetapi juga mampu mengkomunikasikan interpretasi mereka secara kritis, kreatif dan kolaboratif. Dalam praktiknya, mahasiswa bekerja sama dalam satu kelompok untuk merancang bentuk presentasi yang menarik sekaligus relevan dengan tema cerita yang dianalisis. Mahasiswa diminta untuk mengembangkan kembali sebuah cerita dengan menggunakan berbagai sudut pandang yang berbeda. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk memahami bagaimana perspektif naratif dapat memengaruhi makna sebuah cerita. Sebuah peristiwa yang sama dapat ditafsirkan secara berbeda ketika diceritakan dari sudut pandang tokoh yang berbeda. Diskusi kelas ini membuka mata mahasiswa bahwa karya sastra memiliki kemampuan untuk menjembatani berbagai perspektif budaya dan membantu pembaca memahami pengalaman hidup yang berbeda. Dengan mempelajari kritik sastra, mahasiswa dapat melihat bagaimana cerita, lagu, maupun teks lainnya dapat merepresentasikan realita sosial yang lebih luas. Hal  ini sejalan dengan tujuan pendidikan bahasa dan sastra yang tidak hanya menekankan pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kesadaran terhadap keragaman budaya lokal.

Salah satu metode pembelajaran yang menarik lainnya dalam sesi ini adalah penggunaan karya populer sebagai bahan analisis sastra. Dalam kegiatan diskusi kelas, mahasiswa diajak untuk menganalisis lirik dari lagu-lagu Taylor Swift sebagai contoh yang dapat dikaji. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempelajari bahwa lirik lagu juga dapat dipandang sebagai bentuk karya sastra yang memiliki unsur naratif, simbolisme, serta ekspresi emosional yang kompleks. Dengan menganalisis lirik lagu tersebut, mahasiswa berlatih mengidentifikasi tema, konflik, sudut pandang, serta pesan yang terkandung di dalamnya.

Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus relevan dengan kehidupan mahasiswa. Penggunaan karya populer dalam pembelajaran sastra membantu mahasiswa memahami bahwa kritik sastra dapat diterapkan pada berbagai bentuk teks, tidak terbatas pada novel atau puisi klasik. Selain itu,  Selain melakukan analisis teks, mahasiswa juga diajak untuk mengeksplorasi karya sastra melalui pendekatan kreatif. Dengan cara ini, pembelajaran sastra tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca dan menganalisis teks, tetapi berkembang menjadi proses eksplorasi kreatif yang melibatkan imajinasi serta kemampuan berpikir kritis.

 

Kegiatan pembelajaran dalam sesi Introduction to Literary Criticism menunjukkan bahwa pengajaran sastra dapat dikembangkan melalui berbagai metode inovatif yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa. Integrasi antara analisis akademik, eksplorasi kreatif, serta memanfaatkan perkembangan zaman memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan relevan. Proses pembelajaran yang interaktif tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan interpretasi sastra sekaligus meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya-karya literatur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang inovatif serta memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kolaborasi internasional. Oleh karena itu, Program Introduction to Literary Critisism by Creative Presentation: How Literature Can Connect to Our Own Lives and Culture With Prof. Domelyn S.Adolfo, M.A., Ed.English. menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan bahasa dan sastra yang adaptif terhadap perkembangan global.

Post Views: 39