






JAKARTA – Dalam upaya memperkuat kualitas karya tulis ilmiah dan efektivitas pembimbingan skripsi mahasiswa, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Focus Group Discussion (FGD) khusus dosen pada Rabu (30/9/2026).
FGD yang berlangsung secara dalam jaringan melalui Zoom Meeting ini mengusung topik “Peningkatan Kualitas Karya Tulis Ilmiah: Analisis Karya Sastra”. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan tingginya minat mahasiswa pada peminatan sastra—mencapai 30–40% dari total mahasiswa—yang selama ini terkendala oleh keterbatasan jumlah dosen berlatar belakang kajian sastra.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FBS UNJ, Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., serta dipandu oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNJ, Tia Ristiawati, M.Hum., selaku moderator. Sebanyak 16 dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNJ hadir mendalami metodologi dan strategi pembimbingan kajian sastra Jepang.
Prodi menghadirkan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Syahrur menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait pemetaan teori sastra, mulai dari pendekatan formalis/strukturalis hingga pascastrukturalis, yang wajib disertai kontekstualisasi sosial, budaya, dan sejarah Jepang.
“Seluruh penelitian sastra berawal dari objeknya. Mahasiswa perlu membaca karya secara utuh dari teks aslinya, sementara terjemahan hanya berfungsi sebagai pendamping,” ujar Syahrur.
Ia menambahkan formula kunci dalam menghasilkan analisis sastra yang komprehensif, yakni kombinasi antara karya sastra, konteks, dan teori. Tanpa adanya kontekstualisasi Jepang yang kuat, analisis ilmiah dinilai kurang bermakna.
FGD ini juga menjadi wadah diskusi interaktif bagi para dosen untuk membedah berbagai kendala yang sering ditemui pada skripsi mahasiswa. Beberapa tantangan yang diidentifikasi antara lain kecenderungan mahasiswa memilih teori sebelum memahami karya, analisis yang masih terbatas pada tahap deskriptif, hingga terabaikannya konteks lokal Jepang.
Sebagai langkah konkrit, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi praktis pembimbingan, seperti dorongan penggunaan teks asli berbahasa Jepang, penelusuran penelitian terdahulu berbasis karya/pengarang, serta pembatasan fokus kajian untuk media kompleks seperti film.
Melalui penyelenggaraan FGD internal dosen yang pertama ini, Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FBS UNJ, Dr. Frida Philiyanti, M.Pd., berharap hasil diskusi dapat langsung diterapkan dalam tata kelola pembimbingan skripsi semester ini guna melahirkan lulusan dengan karya ilmiah yang makin bermutu dan berdaya saing.