Lokakarya Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis OBE Terintegrasi SDGs

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyelenggarakan Lokakarya “Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis OBE Terintegrasi SDGs untuk Menghasilkan Lulusan Adaptif, Inklusif, dan Berkelanjutan” pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–16.00 WIB bertempat di Gedung M Lantai 1, Ruang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Lokakarya ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk melakukan pengembangan dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Perubahan kebutuhan dunia pendidikan, perkembangan teknologi, dinamika masyarakat, serta tuntutan kompetensi lulusan menjadi sejumlah pertimbangan penting dalam proses rekonstruksi kurikulum. Oleh karena itu, kurikulum perlu dirancang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian pembelajaran dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh lulusan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran dalam bidang pendidikan, bahasa, sastra, dan pengembangan kurikulum. Narasumber pertama adalah Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Narasumber kedua adalah Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. dari Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Melalui lokakarya tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum. Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai orientasi utama dalam proses pendidikan. Dengan demikian, setiap komponen kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga asesmen, diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dan terukur.

Selain OBE, lokakarya juga memberikan perhatian terhadap integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kurikulum. Integrasi SDGs menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial, budaya, lingkungan, kesetaraan, inklusivitas, serta keberlanjutan. Dalam konteks Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, integrasi tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran bahasa, sastra, literasi, budaya, dan penelitian yang memiliki relevansi dengan berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Berbagai aspek kurikulum menjadi bahan pembahasan, termasuk relevansi profil lulusan, pemetaan CPL dan CPMK, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, sistem asesmen, serta keterkaitan antara kompetensi akademik dan kebutuhan pengguna lulusan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Rekonstruksi kurikulum tidak hanya diarahkan untuk memenuhi tuntutan regulasi dan standar pendidikan tinggi, tetapi juga untuk memastikan bahwa proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan, inklusif dalam perspektif sosial dan budaya, serta memiliki kesadaran terhadap prinsip keberlanjutan.

Melalui lokakarya ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ juga memperkuat budaya akademik berbasis evaluasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Keterlibatan narasumber dari UNESA dan UNJ menjadi ruang berbagi pengalaman dan perspektif dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra di tingkat perguruan tinggi.

Lokakarya tersebut diharapkan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekonstruksi kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ sehingga kurikulum yang dikembangkan semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta tantangan pendidikan pada masa mendatang.

Likes
Dislikes
Share