Kegiatan Writing Super Trip (WST) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Pada tanggal 23 Mei 2025, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2024 melaksanakan kegiatan Writing Super Trip (WST) ke Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Keterampilan Menulis Populer yang bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam mengamati, mewawancarai, serta menggali informasi sebagai bahan penulisan majalah. Kunjungan ini dipandu oleh dosen pengampu, Dr. Siti Ansoriyah, M.Pd., dan berlangsung sepanjang hari dengan mengunjungi tiga destinasi utama: Saung Angklung Mang Udjo, Museum Pos Indonesia, dan Gedung Sate.

Perjalanan dimulai dengan antusiasme para Mahasiswa sejak pagi hari. Destinasi pertama, Saung Angklung Mang Udjo, disambut dengan pertunjukan budaya yang penuh energi dan edukatif. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga ikut berinteraksi langsung dengan alat musik angklung. Mahasiswa diajarkan beberapa lagu dengan angklung. Selain itu, mahasiswa juga melakukan observasi dan wawancara dengan pihak pengelola untuk menggali informasi lebih dalam mengenai sejarah, filosofi, serta peran Saung Angklung dalam pelestarian budaya Sunda.

Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan ke Museum Pos Indonesia. Di sana, Mahasiswa diajak mengenal sejarah komunikasi dan perkembangan sistem pengiriman surat di Indonesia. Dengan didampingi oleh pemandu museum, mereka menyimak berbagai informasi menarik tentang artefak pos, alat komunikasi tempo dulu, serta peran penting Museum Pos dalam sejarah nasional. Kegiatan observasi berlanjut ke Gedung Sate, ikon arsitektur dan pusat pemerintahan Jawa Barat. Mahasiswa diajak menyusuri ruang-ruang bersejarah sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi gedung tersebut dari masa ke masa. Dari kunjungan ini, mereka mendapatkan wawasan baru mengenai sejarah lokal dan simbolisme bangunan bersejarah.

Kegiatan Writing Super Trip ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari suasana kelas, tetapi juga memperkaya pemahaman Mahasiswa mengenai pentingnya observasi langsung dalam proses menulis. Mahasiswa mendapatkan bahan yang otentik, merasakan suasana tempat secara langsung, serta berinteraksi dengan narasumber yang relevan. Selain itu, suasana perjalanan yang menyenangkan juga memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarmahasiswa. Diharapkan, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam proses kreatif Mahasiswa, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan sejarah bangsa.

Likes
Dislikes
Share