Program Studi Sastra Indonesia UNJ Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Medalsari
Karawang – Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam delapan tim pengabdian untuk mendampingi masyarakat melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi lokal desa. Melalui kegiatan tersebut, UNJ mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Delapan tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Asep Supriyana, M.Pd., Dr. Venus Khasanah, M.Pd., Dr. Irsyad Ridho, M.Hum., Sigit Widiatmoko, S.S., M.Hum., Sigit Pramono, S.S., M.Hum., Ely Rusliawati, S.Pd., M.A., Ardia Septi Wijianti, S.Hum., M.A., dan Ahmad Maulana Ghufar, S.Pd., M.A. Masing-masing tim mengusung tema yang berbeda sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat Desa Medalsari, mulai dari pengembangan literasi, pelestarian budaya, penguatan pembelajaran di sekolah, hingga peningkatan literasi digital.
Berbagai program yang dilaksanakan meliputi pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten digital untuk memperkuat promosi potensi desa, pemanfaatan pewayangan sebagai konten kreatif di media sosial, penguatan kompetensi guru SDN Medalsari dalam mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bahasa Indonesia berbasis cerita rakyat dan tradisi lisan, serta literasi iklim berbasis sastra anak melalui narasi climate fiction guna membangun kesadaran ekologis siswa sekolah dasar. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan materi mengenai ragam bahasa formal dan nonformal serta pelatihan storytelling berbasis ekologi lokal sebagai upaya memperkuat kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya setempat.
Pada pembukaan kegiatan, Sigit Widiatmoko, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya membangun identitas Desa Medalsari melalui pemanfaatan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi desa untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, serta produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.


“Desa Medalsari harus mulai belajar membangun branding di media sosial. Potensi desa yang dimiliki perlu dikemas dan dipublikasikan secara kreatif agar semakin dikenal masyarakat luas serta memberikan nilai tambah bagi pengembangan desa,” ujar Sigit Widiatmoko S.S., M.Hum.
Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia UNJ sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa berperan aktif mendampingi setiap tim dosen dalam mempersiapkan materi, memfasilitasi pelatihan, berdiskusi dengan peserta, hingga membantu dokumentasi dan evaluasi kegiatan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat Desa Medalsari.
Melalui berbagai program tersebut, Program Studi Sastra Indonesia UNJ berharap masyarakat Desa Medalsari mampu mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan literasi digital dan budaya, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat sehingga tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan desa berbasis pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat menjadi wujud nyata komitmen UNJ untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
penulis: SBW