Menguatkan Kompetensi Dosen Bahasa Melalui Training of Trainers bersama Fulbright Scholar dari Amerika Serikat

Dalam upaya mendukung cita-cita internasionalisasi dan memperluas wawasan keilmuan dosen di bidang bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers dengan menghadirkan narasumber internasional, Dr. Jaeshil Kim, Profesor Linguistik dari Liberty University, Virginia, Amerika Serikat, yang juga merupakan Fulbright Visiting Scholar di Universitas Airlangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6 Mei 2024 di Gedung Dewi Sartika Lantai 4, berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, dan diikuti oleh 33 dosen dari berbagai program studi bahasa di lingkungan FBS UNJ.

Pelatihan ini terbagi ke dalam tiga sesi utama. Sesi pertama dibuka dengan pemaparan konsep dasar linguistik yang relevan untuk mendukung pembelajaran bahasa asing. Dalam penyampaiannya, Dr. Kim—yang akrab disapa Bu Kim—menegaskan pentingnya menyesuaikan pengajaran bahasa asing dengan prinsip natural language, sebagaimana dikemukakan oleh Chomsky dalam teori linguistiknya. Ia menyoroti bahwa banyak pengajar bahasa asing secara tidak sadar membawa pola pikir dan struktur bahasa ibu ke dalam pengajaran bahasa asing, sehingga hasilnya sering kali kurang alami. Bu Kim menekankan bahwa seorang pengajar perlu terlebih dahulu memahami definisi hakikat bahasa, sebelum menentukan tujuan dan pendekatan pengajaran yang tepat.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai rancangan silabus pembelajaran yang dipresentasikan oleh beberapa peserta dosen. Dalam sesi ini, Bu Kim memberikan tanggapan konstruktif serta berbagi strategi efektif terkait manajemen kelas, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa asing dan linguistik.

Pada sesi penutup, setiap perwakilan program studi memberikan refleksi dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah berlangsung. Sebagai penutup, Bu Kim menyampaikan pesan inspiratif bahwa ilmu linguistik menjadi pembeda utama antara pengajar bahasa asing dan penutur asli, karena seorang pengajar dengan pemahaman linguistik mampu menjelaskan fenomena bahasa yang kerap tidak disadari oleh penutur aslinya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan narasumber sebagai bentuk dokumentasi kebersamaan dan apresiasi atas berlangsungnya kegiatan. Diharapkan, pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat memperkaya praktik pengajaran bahasa di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni serta menjadi langkah konkret menuju penguatan kapasitas dosen dalam kancah pendidikan internasional.