Mahasiswa Jepang Antusias Belajar Corpus Tools untuk Penelitian Linguistik dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional dari Universitas Negeri Jakarta
Menyatukan Dunia Melalui Bahasa: Kolaborasi Internasional UNJ dan Kanda University dalam Pengembangan Literasi Digital Linguistik
Bagaimana teknologi mampu menjembatani pertemuan dua budaya dalam satu ruang akademik? Siapa sosok di balik kegiatan yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk belajar bersama tentang riset bahasa berbasis digital? Pertanyaan-pertanyaan ini terjawab dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internasional yang digelar oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (PMPBI), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Kegiatan bertema “Using Corpus Tools for Linguistics Research” ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada Senin, 2 Juni dan Jumat, 13 Juni 2025, dengan melibatkan mahasiswa dari Kanda University of International Studies (KUIS), Jepang. Program ini dipimpin oleh Dr. Li Rizdika Mardiana, M.Pd., bersama tim dosen ahli: Dr. Bambang N. A. Lubis, Dr. Sri Sumarni, dan Prof. Dr. Muchlas Suseno, serta dibantu mahasiswa pascasarjana UNJ seperti Dwi Astuti, M.Pd. dan Syafiq Al Islam, S.S.
Mengenal Linguistik Korpus dan Signifikansinya di Era Digital
Di tengah kemajuan pendidikan berbasis data, linguistik korpus (corpus linguistics) menjadi pendekatan mutakhir dalam memahami penggunaan bahasa secara nyata. Dengan memanfaatkan kumpulan teks digital berskala besar (corpus), peneliti dapat menelusuri cara kata, frasa, dan struktur kalimat digunakan dalam beragam konteks sosial.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa KUIS diperkenalkan pada COCA (Corpus of Contemporary American English) — salah satu korpus terbesar di dunia yang berisi lebih dari satu miliar kata dari berbagai jenis teks seperti spoken, fiction, news, dan academic. Melalui korpus ini, peserta belajar menganalisis frekuensi kata, kolokasi, serta pola gramatikal dengan dukungan perangkat linguistik berbasis teknologi.
Pembelajaran Interaktif dan Kolaboratif
Proses pembelajaran berlangsung secara aktif, menarik, dan kolaboratif. Dalam sesi “Word Frequency Hunt”, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menelusuri dan membandingkan kata seperti global, internet, dan education dalam berbagai konteks. Dari hasil eksplorasi tersebut, mahasiswa memahami bahwa tujuan komunikasi dan latar budaya sangat berpengaruh terhadap pemilihan kata dalam bahasa Inggris.
Selain itu, David Moelyadi, dosen dari Kanda University, memperkenalkan Malindo CONC, sebuah alat pencarian berbasis korpus yang dikembangkan oleh Tokyo University of Foreign Studies bekerja sama dengan Nanyang Technological University. Melalui demonstrasi langsung, mahasiswa diajak menelusuri makna sebuah kata lintas bahasa dan konteks Asia Tenggara.
Di Balik Suksesnya Program
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UNJ sebagai universitas bereputasi internasional yang aktif memperluas jejaring akademik global.
Dalam sambutannya, Dr. Sudarya Permana, S.Pd., M.Hum., selaku Koordinator Program Studi PMPBI UNJ, menyampaikan:
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa KUIS. Penerapan korpus dalam riset linguistik membuka wawasan baru bagi mereka. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara langsung tahun depan untuk memperkuat kerja sama akademik.”
Senada dengan itu, David Moelyadi-sensei dari KUIS menambahkan:
“Program ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa kami dalam memahami aplikasi korpus dalam penelitian bahasa. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara tatap muka di masa mendatang.”
Dampak bagi Peserta dan Dunia Pendidikan
Hasil survei evaluasi daring menunjukkan bahwa 95% peserta merasa termotivasi untuk menggunakan korpus dalam penelitian mereka. Sebagian besar menyebut kegiatan ini “menarik”, “bermanfaat”, dan “memberi pengalaman baru dalam kajian linguistik.”
Salah seorang mahasiswa KUIS menuliskan komentarnya:
“It was a good opportunity to learn about corpus linguistics. I think it is better to extend the time of practice next time.”
Masukan tersebut menunjukkan antusiasme tinggi peserta untuk mengikuti pelatihan lanjutan dan versi tatap muka, yang menandakan keberhasilan program ini dalam menumbuhkan minat riset lintas bahasa dan budaya.
Relevansi dengan Tren Pendidikan Global
Menurut UNESCO Education Report (2024), integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa merupakan salah satu pilar penting pendidikan tinggi abad ke-21. Sementara itu, Kemendikbudristek (2025) melaporkan bahwa lebih dari 68% perguruan tinggi di Indonesia kini mengembangkan program internasionalisasi melalui riset kolaboratif dan pelatihan daring lintas negara.
PPM internasional yang diselenggarakan UNJ ini menjadi contoh nyata bagaimana ilmu bahasa, teknologi digital, dan kerja sama global dapat berpadu untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Arah Pengembangan ke Depan
Menurut Dr. Li Rizdika Mardiana, program ini merupakan awal dari kerja sama akademik jangka panjang antara UNJ dan KUIS.
Beliau menegaskan:
“Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi akademik berkelanjutan antara UNJ dan KUIS. Pengabdian masyarakat internasional seperti ini tidak hanya berbagi ilmu ke luar negeri, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan wawasan baru ke kampus.”
Tahapan berikutnya mencakup pelatihan lanjutan, riset kolaboratif, serta publikasi bersama di jurnal internasional yang berfokus pada bidang linguistik dan teknologi bahasa.
Kesimpulan Kegiatan
Melalui kegiatan “Using Corpus Tools for Linguistics Research,” UNJ kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan bahasa berbasis riset dan teknologi. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, kemampuan menganalisis bahasa secara ilmiah menjadi kompetensi penting bagi generasi akademik masa kini.
Dengan semangat kolaborasi lintas negara, kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Jepang, tetapi juga mempertegas peran pendidikan tinggi Indonesia dalam kancah ilmiah global.