Pembelajaran yang baik tidak hanya terdengar dari suara guru, tetapi juga dari suara siswa. Pertanyaan, tanggapan, keberanian mengemukakan pendapat, hingga kesediaan untuk mendengarkan pandangan teman menjadi bagian penting dari kelas yang hidup dan bermakna. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Praktik Pembelajaran Bahasa Inggris Dialogis melalui Lesson Study” di SMAN 44 Jakarta pada Senin, 16 Juni 2026.
Kegiatan yang melibatkan guru Bahasa Inggris dari berbagai SMA di DKI Jakarta ini menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperkuat praktik pembelajaran yang lebih aktif, partisipatif, dan berpusat pada siswa. Melalui pendekatan pedagogi dialogis, para guru diajak untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang agar siswa dapat bertanya, berpikir, merespons, dan membangun pemahaman secara bersama-sama.
Dipimpin oleh Dr. Nina Wanda Cassandra, M.Pd., pelatihan ini menghadirkan penguatan konsep sekaligus praktik penerapan pembelajaran dialogis di kelas Bahasa Inggris. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman, terbuka, dan ramah terhadap kesalahan, sehingga siswa tidak takut untuk mencoba serta menyampaikan gagasannya.
Membangun Kelas yang Lebih Hidup
Setelah sesi pembukaan, para peserta mengikuti pemaparan mengenai konsep dan praktik pembelajaran dialogis. Para guru diajak melihat bahwa kelas yang baik bukan hanya kelas yang tenang saat guru menjelaskan, tetapi juga kelas yang memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, mencoba, dan berani menyampaikan gagasan.
Tidak hanya mempelajari teori, para guru juga berdiskusi, menyusun rancangan pembelajaran, dan mempraktikkan strategi pembelajaran dialogis melalui pendekatan lesson study. Dalam simulasi mengajar singkat, peserta merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih interaktif, dengan salah satu guru berperan sebagai pengajar dan peserta lainnya sebagai siswa.
“It is a meaningful way to teach and encourage students’ critical thinking,” komentar salah satu peserta pelatihan.
Praktik ini menunjukkan bahwa pembelajaran dialogis dapat diterapkan secara fleksibel dalam berbagai materi Bahasa Inggris dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa di kelas.
Belajar, Berbagi, dan Bertumbuh Bersama
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang bertumbuh bersama bagi para pendidik. Melalui diskusi, praktik, dan refleksi, para guru memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada keberanian siswa untuk bertanya, berpendapat, dan belajar dari proses dialog.
Tim P2M Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNJ berharap para guru dapat terus mengembangkan pembelajaran yang lebih terbuka, komunikatif, dan dialogis di kelas masing-masing.
Pelatihan ditutup dengan sesi refleksi, tanya jawab, serta pemberian kenang-kenangan dari tim P2M UNJ kepada para peserta. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNJ kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Karena pada akhirnya, mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi. Mengajar adalah tentang membuka ruang bagi siswa untuk berpikir, berbicara, mendengar, dan tumbuh bersama.