Proses Pembuatan Roti Buaya sebagai Simbol Budaya Betawi

Pusat Kajian Budaya Betawi bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) serta Prodi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) dengan tema Proses Pembuatan Roti Buaya sebagai Simbol Budaya Betawi pada Senin, 14 September 2020, pukul 10.00-12.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koorprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Dr. Siti Ansoriyah, M.Pd., dan dosen Prodi PBSI, Reni Oktaviani, M.Pd.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Pusat Kajian Budaya Betawi FBS UNJ, Dr. Fatwa Arifah, MA.Pd. Moderator dalam kegiatan ini yaitu Dosen Pendidikan Bahasa Mandarin, Rizky Wardhani, M.Pd., MTCSOL. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dosen Prodi Tata Boga UNJ, Dr. Cucu Cahyana, S.Pd., M.Sc. Dalam kegiatan ini diputarkan tutorial proses pembuatan roti buaya dan bahan-bahan yang diperlukan hingga siap sajikan.

Beliau menjelaskan tentang Roti Buaya merupakan adat Betawi yang wajib dipakai saat pernikahan. Simbol dari roti buaya ini dimaknai dengan kesetiaan karena buaya merupakan hewan yang setia. Pembuatan roti buaya ini dengan cara dipanggang. Roti buaya dahulu teksturnya keras dan tidak ada rasanya tetapi sekarang berbeda karena teksturnya lembut dan beragam rasa.

Dahulu roti buaya itu keras karena filosofinya semakin keras rotinya justru semakin baik. Setelah dijadikan seserahan, roti buaya tidak dimakan tetapi disimpan dalam waktu yang lama. Hal itu merupakan simbol kesetiaan pasangan suami dan istri. Sesi tanya jawab berlangsung sangat antusias. (RO)