SEMINAR PENDIDIKAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PADA DIES NATALIES UNJ

Pada Senin, 17 Juni 2019 telah berlangsung acara Seminar Dies Natalies UNJ bertema Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 antara Tuntutan, Perubahan, dan Kesiapan. Acara yang dimulai pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB ini berlangsung di Aula Latief Hendradiningrat, UNJ. Acara tersebut dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, dilanjutkan dengan penampilan tari Gayo dari Nanggroe Aceh Darussalam sebagai tarian selamat datang. Selanjutnya sambutan dari Ketua Panitia dan Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Dari prodi Pendidikan Bahasa Prancis, hadir Madame Wahyu Tri Widyastuti, Madame Yunilis Andika beserta beberapa perwakilan mahasiswa.

Pemukulan gong dilakukan sebagai tanda dimulainya seminar pada hari tersebut. Pada kesempatan itu, hadir Bapak Irjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI, mewakili menteri Kemenristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak yang berhalangan hadir pada acara tersebut. Menurut beliau, pengajaran di Universitas harus selalu up to grade sehingga bisa menyesuaikan keadaan dan perkembangan zaman di era revolusi 4.0. Semua aspek harus sejalan untuk menghadapi tuntutan, perubahan, dan kesiapan aspek pendukungnya.

Beliau menambahkan pentingnya kesadaran berpikir bahwa kita sebagai dosen, tenaga pendidik dan calon pengajar masa depan memiliki kewajiban untuk turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga segala yang diajarkan harus relevan dalam kehidupan masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, salah satunya dengan menerapkan berbagai aplikasi pembelajaran berbasis IT.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari pembicara lainnya: Dr. Supriano, M.Ed. selaku Direktur Jenderal GTK Kemdikbud RI; Dr. Ir. Subandi, M.Sc. selaku Deputi Bidang Pengembangan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan BAPPENAS; Prof. Dr. Dedi Purwana, M.Bus. selaku Dekan FE UNJ; Prof. Dr Ir. Harjanto Prabowo, M.M. selaku Rektor Universitas Bina Nusantara; serta Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro selaku Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari pemateri dengan peserta yang terdiri dari dosen maupun mahasiswa. (yl)