SEMINAR NASIONAL “PEMBELAJARAN BAHASA MANDARIN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

Pada Kamis, 24 Oktober 2019, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta (PSPBM UNJ) telah menggelar seminar nasional bertema “Pembelajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa PSPBM seluruh angkatan, juga kalangan umum seperti pengajar bahasa Mandarin dari berbagai sekolah atau institusi bahasa.

Narasumber dalam acara seminar nasional ini ialah Ibu Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A. dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ibu Lily Sagita Tjahjadi, Ph.D dari Universitas Indonesia (UI). Dalam kegiatan ini, turut hadir beberapa pemakalah seperti Ibu Assa Rahmawati Kabul (UI), Ibu Prof. Hermina Sutami (UI), Ibu Anitasa Dewi (UAI), Kak Novia Chyntia Dewi (UNJ), Ibu Susi Andriani (UNJ), Ibu Dilah Kencono (UI), Ibu Ayu Trihardini (UNJ), Ibu Rizki Wardhani (UNJ), Rere Agita Putri (UNJ), Ibu Cendrawaty Tjong (IPEKA), Muhammad Gilang Fajrianto (UNJ), dan Ibu Hudiyekti Prasetyaningtyas (UNJ).

Pada sesi pleno yang pertama, Ibu Prof Dr. Ilza Mayuni, M.A. membawakan materi yang berjudul “Revolusi Industri 4.0 dan Pembelajaran Bahasa Asing”, dan yang bertindak sebagai moderator pada sesi ini adalah Koodinator PSPBM, Ayu Trihardini, M.A. Hal yang ditekankan oleh pembicara pada sesi ini adalah tantangan dan peluang bagi pengelola program studi pendidikan bahasa asing di Era Revolusi Industri 4.0. Salah satu terobosan yang perlu dilakukan adalah peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta pengadaan sarana prasarana yang menunjang pembelajaran bahasa asing.

Acara dilanjutkan dengan sesi pleno kedua yang disampaikan oleh Ibu Lily Sagita Tjahjadi, Ph.D. dan Ibu Hudiyekti Prasetyaningtyas sebagai moderator dengan judul “Pembelajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0”.  Pada sesi ini, pembicara menyampaikan bahwa para pengajar perlu mengajarkan bahasa Mandarin sesuai dengan tuntutan revolusi yang berbasis teknologi canggih. Selain itu, materi dalam pengajaran bahasa Mandarin juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada.

Setelah kedua sesi pleno selesai, acara dilanjutkan dengan tiga sesi pemaparan pemakalah. Masing-masing sesi memiliki tema yang berbeda. Pada sesi pemaparan yang pertama, tema yang dibicarakan adalah “Inovasi Kreatif dalam Pembelajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0” dan “Urgensi pemahaman lintas budaya dalam pembelajaran Bahasa mandarin di Era Revolusi Industri 4.0” dengan Ibu Rizky Wardhani sebagai moderator.

Sesi pemaparan kedua dan ketiga dilanjutkan setelah istirahat siang.  Makalah yang dipaparkan pada sesi pemaparan kedua berkaitan dengan “Pemanfaatan Media berbasis Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0” dan “Inovasi Kreatif dalam Evaluasi Pembelajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0” dengan Ibu Susi Andriani sebagai moderator.

Lalu, sesi pemaparan terakhir tema yang diangkat adalah “’Inovasi Kreatif dalam Pengembangan Materi Pembalajaran Bahasa Mandarin di Era Revolusi Industri 4.0” dengan Ibu  Vanya Zelia sebagai moderator.

Pemakalah dan judul materi yang dipaparkan pada ketiga sesi pemaparan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Sesi 1

No.

Pemakalah

Judul Materi

1

Assa Rahmawati Kabul, Hermina Sutami

(Universitas Indonesia)

Manfaat Memahami Struktur Frase Nomina dalam Penerjemahan

2

Rahadjeng Pulungsari

(Universitas Indonesia)

Budaya Berkomunikasi dalam Pengajaran Bahasa Mandarin : Encoding dan Decoding

3

Anitasa Dewi

(Universitas Al-Azhar Indonesia)

Pemahaman Budaya Tiongkok Bagi Pembelajar Bahasa Mandarin

4

Novia Chyntia Dewi

(Universitas Negeri Jakarta)

Analisis Wujud Budaya pada Buku Teks Hanyu Jiaocheng

5

Susi Andriani

(Universitas Negeri Jakarta)

Pemahaman Lintas Budaya dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Mandarin pada Buku Hanyu Jiaocheng Di Yi Ce Shang

 

 

 

 

Sesi 2

6

Dilah Kencono

(Universitas Indonesia)

Learning Mandarin in the Industrial Revolution Era 4.0 Challenge for Teachers

7

Ayu Trihardini

(Universitas Negeri Jakarta)

Pemanfaatan Google Classroom dalam Pembelajaran Linguistik Bahasa Mandarin

8

Rizky Wardhani, Hanifa Husna

(Universitas Negeri Jakarta)

Penggunaan Quizizz dalam Evaluasi Pembelajaran Mata Kuliah Menyimak Bahasa Mandarin

 

 

 

 

 

 

Sesi 3

9

Rere Agita Putri

(Universitas Negeri Jakarta)

Kesesuaian Butir Soal Evaluasi Membaca dengan Kurikulum Internasional Pendidikan Bahasa Mandarin

10

Cendrawaty Tjong

(IPEKA School)

 

 

 

A Brief Talk on the Impact of Using Indonesian Textbook Meihua as Teaching Chinese in Elementary Guide

11

Muhammad Gilang Fajrianto, Susi Andriani

Universitas Negeri Jakarta

Analisis Kesesuaian Materi Buku Teks Bahasa Mandarin Tingkat SMA (Gaoji Hanyu) dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Revisi

 

Acara ditutup dengan pembagian sertifikat bagi peserta yang telah mengikuti seminar nasional. Menurut peserta, seminar nasional ini menambah wawasan tidak hanya dalam hal pengajaran, melainkan juga mengenai lintas budaya Tiongkok. Mahasiswa merasa seminar ini sangat berguna, khususnya bagi mahasiswa PSPBM, untuk mempersiapkan diri agar kelak mampu menjadi pengajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.  (Reporter: SN; Editor: ITT)