Pelaksanaan “Pelatihan Pembelajaran Bahasa Mandarin untuk Guru SMA di Jakarta”

Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia belum memiliki sejarah yang panjang. Pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia mulai berkembang seiring dengan keluarnya Keppres No.6/2000 di masa pemerintahan K.H. Abdurrachman Wahid. Setelah melewati masa-masa politis, penguasaan bahasa Mandarin menjadi sebuah kebutuhan. Dewasa ini, bahasa Mandarin bukan lagi dilihat sebagai bahasa etnis tertentu, namun sebagai bahasa asing yang harus dipelajari. Di berbagai jenjang pendidikan, bahasa Mandarin telah menjadi mata pelajaran wajib ataupun pilihan.

Oleh karena sempat dibekukan selama kurang lebih 30 tahun, guru bahasa Mandarin di Indonesia yang mempunyai latar belakang kependidikan bahasa Mandarin jumlahnya terbatas. Keberagaman latar belakang guru mempengaruhi proses dan kualitas pembelajaran bahasa Mandarin. Berdasarkan profiling guru bahasa yang ditetapkan European Profiling Grid (EPG), beberapa kompetensi yang diperlukan guru adalah methodology, assesment, dan digital media (data tabel EPG terlampir). Demi meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Mandarin, maka perlu diadakan pelatihan guru yang sesuai dengan kompetensi guru pada profil EPG. Sehingga setiap guru menguasai seluruh kompetensi yang diperlukan untuk menjadi seorang guru bahasa asing. Melalui kegiatan pelatihan guru diharapkan dapat menuju standarisasi proses dan kualitas pembelajaran bahasa Mandarin yang diidamkan.

Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin (PSPBM) UNJ sebagai prodi yang merupakan bagian dari LPTK, menyelenggarakan sebuah kegiatan pelatihan bagi guru bahasa Mandarin yang lebih sesuai perkembangan zaman untuk dapat diaplikasikan di Indonesia. Tentu saja dalam satu pelatihan tidak dapat melatih keseluruhan kompetensi, maka dalam kegiatan pelatihan kali ini kami hanya mengadakan pelatihan guru untuk kompetensi methodology, assessment, dan digital media. Kegiatan “Pelatihan Pembelajaran Bahasa Mandarin Bagi Guru SMA di Jakarta” terdiri dari 4 sub kegiatan: (1) Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Mandarin, (2) Pelatihan Penilaian Hasil Belajar Bahasa Mandarin, (3) Pelatihan Pengembangan Media Belajar Bahasa Mandarin, (4) Pelatihan Pembelajaran Bahasa Mandarin Berbasis Teknologi Informasi.

Pada Sabtu Minggu, 19-20 Agustus, PSPBM untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan pelatihan bagi guru. Acara dibuka oleh Wakil Dekan II FBS, Dian Herdiati, M.Pd dan Ketua KOGTIK, Bambang Susetyanto, S.Kom. Sebanyak 30 peserta guru bahasa Mandarin dari wilayah Jabodetabek hadir dalam acara tersebut. PSPBM bekerja sama dengan Komunitas Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KOGTIK). KOGTIK merupakan organisasi profesi guru bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) yang dibentuk untuk meningkatkan kompetensi guru TIK, KKPI serta mata pelajaran lainnya dalam bidang TIK se-Indonesia. Organisasi ini berdiri tahun 2014, dan sejak itu secara berkala memberikan kesempatan guru-guru pelbagai mata pelajaran menumbuhkembangkan kompetensi diri dalam pembelajaran berbasis teknologi dan informasi. Narasumber pelatihan adalah dosen-dosen PSPBM serta tim KOGTIK yaitu Wijaya Kusumah, M.Pd., Tatang Surya Atmaja, S.Pd., H.R. Youri Lylie, S.Kom., M.M.

Kegiatan “Pelatihan Pembelajaran Bahasa Mandarin Bagi Guru SMA di Jakarta” ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru bahasa Mandarin dalam metode pengajaran, evaluasi pembelajaran, media ajar serta pemanfaatan TIK bagi pembelajaran; menciptakan ruang kreatif guru dalam berkarya dan mengembangkan kualitas, produktifitas, dan profesionalitas; mendekatkan dunia pengajaran bahasa Mandarin di Indonesia dengan teknologi dan informasi; mewujudkan kualitas guru bahasa Mandarin yang mampu mengikuti perkembangan zaman; membangun kerja sama dengan komunitas guru; merintis pembinaan hubungan baik demi keberhasilan dan kelancaran kegiatan Praktik Kompetensi Mengajar. (AT)