Mencencang Air

Pada Jumat, 12 Juli 2019, pukul 20.00-selesai di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mempersembahkan drama musikal Melayu bertajuk Mencencang Air. Acara tersebut dihadiri oleh Mantan Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Pembangunan serta Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris, dan Pelaksana tugas harian (Plh) Pengembangan dan Penelitian TMII, Sigit Gunardjo. Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yaitu Ibu Etsa Purbarani, M.Pd., dan Ibu Reni Oktaviani, M.Pd., hadir dalam acara tersebut. Acara ini hasil kerja sama TMII dengan Rumah Seni Asnur.

 Acara yang disutradarai oleh Asrizal Nur dan Diani Kancil diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan dari Pemimpin Sanggar Asnur dilanjutkan dengan Ketua Plh. Pengembangan dan Penelitian TMII. Sebelum menampilkan drama musikal, terlebih dahulu peluncuran buku puisi 1000 Guru Asean.

Drama musikal karya Asrizal Nur ini melibatkan empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Salah satu dosen Prodi PBSI, Bapak Drs. Sam Mukhtar Chan, M.Si., berperan sebagai Datuk Bendahara dalam drama musikal Melayu tersebut. Cerita dalam drama musikal tersebut diselingi humor di dalamnya.

Drama musikal tersebut menceritakan tentang Kerajaan Inderapura yang memiliki Pejabat Utama atau Pemuka Kerajaan di antaranya Datuk Penasehat, Datuk Bendahara, dan Datuk Laksamana. Raja dari kerajaan tersebut mempunyai putri yang cantik jelita. Pesona kecantikannya membuat 3 kerajaan tetangga berminat melamar putri tersebut untuk dijadikan menantunya.

Dalam waktu yang bersamaan, datang lamaran tersebut. Raja Inderapura seperti berhadapan dengan buah simalakama. Jika salah satu diterima lamarannya, kerajaan yang lain akan marah. Setelah berunding dengan Pemuka Kerjaaan diadakan sayembara silat. Sayembara tersebut bersifat terbuka dan disiarkan ke seluruh kerajaan. Siapa pun boleh ikut serta. Pemenang dalam sayembara tersebut yaitu anak Datuk Bendahara yang berhak menjadi menantu raja Inderapura. (ro)