Seminar Dies Natalis ke-55 Universitas Negeri Jakarta Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 antara Tuntutan, Perubahan, dan Kesiapan

Pada Senin, 17 Juni 2019, pukul 08.00-16.00, di Aula Latief Hendradiningrat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dilaksanakan Seminar Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 antara Tuntutan Perubahan, dan Kesiapan. Kegiatan ini diawali dengan Tari Ratoh Jaroe dari Nanggroe Aceh Darussalam yang dibawakan oleh mahasiswa UNJ. Seminar tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D., Dekanat, Seluruh Koordinator Program Studi, Para Dosen, dan mahasiswa. Ibu N. Lia Marliana, S.Pd., M.Phil.(Ling.) Koorprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) hadir dalam acara ini. Selain itu, dosen PBSI seperti Bapak Sam Mukhtar Chaniago, Bapak Nur Sekhudin, Ibu Etsa Purbarani, dan Ibu Reni Oktaviani juga hadir dalam seminar tersebut.

Pembicara kunci dalam seminar ini adalah Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), yang diwakili oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) dari Kemenristek. Beliau memaparkan lima negara paling berpendidikan di dunia menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 2018 yaitu Kanada, Jepang, Israel, Korea, dan Amerika. Beliau juga menjelaskan arah kebijakan dan strategi kemenristekdikti tahun 2020-2024 antara lain: kerja sama perguruan tinggi-industri-pemerintah, pemanfaatan teknologi untuk inovasi pembelajaran, prodi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, dan peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi.

Narasumber lain dalam Seminar Dies Natalis ke-55 UNJ, yaitu Dr. Supriano, M.Ed., selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia, Dr. Ir. Subandi, M.Sc., selaku Deputi Bidang Pengembangan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Dedi Purwana, M. Bus., selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNJ, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M, selaku Rektor Universitas Bina Nusantara, dan Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, selaku Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. (ro)