“Antologi Puisi Penyair Nusantara Jakarta dan Betawi, Doeloe, Kini, dan Nanti” Karya Dosen Prodi PBSI FBS UNJ

Salah satu dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS UNJ, Bapak Sam Mukhtar Chan, yang juga Wakil Ketua Pusake Betawi FBS UNJ, pada Selasa, 21 Mei 2019, pukul 14.30-18.30 di Aula Daksinapati UNJ, menjadi moderator kegiatan Bedah Buku “Jakarta dan Betawi Tempo Doeloe, Kini, dan Nanti”, serta Sosialisasi Budaya Betawi oleh Pusake Betawi bekerja sama dengan Komunitas Sastra Alinea Baru, Lembaga Kebudayaan Betawi, dan FSI-KU.  Beliau juga sekaligus sebagai editor buku Antologi Puisi Penyair Nusantara Jakarta dan Betawi, Doeloe, Kini, dan Nanti bersama Bapak Asep Setiawan.

Buku yang beliau edit ini merupakan buku antologi yang ditulis oleh 51 orang yang telah menyumbangkan 124 puisi. Di antara dua penulis puisi tersebut ialah Bapak Sam Mukhtar Chan dan Ibu Reni Oktaviani, dosen Prodi PBSI FBS UNJ. Keduanya menyumbang masing-masing tiga karya puisi, yaitu: Tanpa Rida-Mu, Jembatan Buntung Tanjung Priok, dan Sajak Gambang Kromong karya Bapak Sam Mukhtar Chan, serta Jakarta Hari ini, Bukan Sekadar Nama, dan Modernisasi Jakarta karya Ibu Reni Oktaviani. Puisi-puisi beliau yang tergabung dalam buku antologi puisi ini dikurasi oleh Bapak Saifur Rahman, Bapak Prasetiyohadi Prayitno, dan Bapak Ahmad Setyo. Tampak hadir dalam acara peluncuran buku antologi ini ialah Koorprodi PBSI FBS UNJ Ibu N. Lia Marliana, yang juga berkesempatan menuliskan endorsment pada sampul akhir buku tersebut. Hadir pula Ibu Etsa Purbarani dari Prodi PBSI yang menemani Ibu N. Lia Marliana dan Ibu Reni Oktaviani dalam kegiatan peluncuran buku tersebut.

Narasumber acara tersebut yaitu Bapak Saifur Rohman, dosen UNJ, serta Bang Sem Ch Haesy, budayawan Betawi, dan Sofyan RH Zaid. Acara ini dihadiri pula oleh Pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi. Salah satu narasumber Bapak Saifur Rohman menjelaskan tentang Betawi: Masa Depan dari Masa Lalu. Setelah pemaparan materi dari narasumber, Bapak Ramdhoni, selaku dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab memaparkan tausiyah sambil menunggu berbuka puasa. (nlm-ro)