Visitasi Tim Monev ke Kelas PPG DJ Tahap II UNJ

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPG DJ) di UNJ berlangsung pada Kamis-Jumat, 18-19 Oktober 2018. Setelah pada hari pertama pagi hingga siang tim monev mengunjungi sekolah tempat PPL peserta PPG DJ Tahap 1 Bahasa Indonesia, kemudian siang hingga sore harinya tim monev PPG DJ pun melakukan kunjungan ke kelas-kelas lokakarya peserta PPG DJ Tahap 2. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FBS UNJ merupakan salah satu prodi yang kelasnya dikunjungi tim monev.

 

Tim monev PPG yang terdiri atas perwakilan dari Direktorat GTK Bapak Aris dan perwakilan LPTK Bapak Wagiran dari UNY kemudian berbagi tugas. Bapak Aris mewawancarai para ketua kelas dari semua prodi yang menyelenggarakan PPG DJ Tahap 2. Wawancara dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang dihadiri oleh Bapak Awaludin (ketua kelas PPG DJ Bahasa Indonesia) dilaksanakan di Gedung Ki Hajar Dewantara UNJ. Sementara itu, kegiatan visitasi ke kelas-kelas lokakarya PPG DJ Tahap 2 dilakukan oleh Bapak Wagiran didampingi Bapak Khaerudin (Korpus Pendidikan Profesi dan Sertifikasi LP3M UNJ). 

 

Prodi PBI berkesempatan dikunjungi. Lokakarya terletak di Ruang 301-302 Gedung Adm. Lantai III UNJ. Bapak Wagiran dan Bapak Khaerudin disambut oleh Koorprodi PBI Ibu N. Lia Marliana, Bapak Sam Mukhtar Chaniago, dan Ibu Sintowati Rini Utami yang telah menunggu di ruangan. Dosen Prodi PBI yang pada hari itu bertugas mengisi lokakarya ialah Bapak Sam dan Ibu Sintowati. Tampak ruangan telah dipenuhi dengan portofolio karya guru PPG DJ Tahap 1 dan Tahap 2, serta PPG SM3T, yang terdiri atas perangkat pembelajaran dari jenjang SMP-SMA/SMK semua siklus. Terdapat pula dokumen-dokumen PPG lainnya seperti modul cetak, buku-buku sumber, biodata peserta dan instruktur, semua instrumen penilaian PPG, serta jadwal lokakarya dan media pembelajaran yang tidak hanya dipajang di meja, juga ditempel di dinding-dinding ruangan.

 

Tampak Bapak Sam menjawab pertanyaan Bapak Wagiran mengenai perbedaan kurikulum SMA dan SMK. Kemudian, Bapak Wagiran mendekati empat peserta PPG yang sedang melanjutkan menyusun perangkat pembelajaran, lalu mewawancarainya. Peserta pertama hingga ketiga ditanyai jumlah peerteaching. Sementara peserta keempat yang sedang serius mengembangkan media pembelajaran dengan aplikasi hot potatoes berbasis multimedia interaktif menarik perhatian pemonev. Bu Ita, peserta tersebut pun lalu menjelaskan proses pembuatan media dan apa yang akan dicapai. Kegiatan monev di kelas PPG DJ Bahasa Indonesia pun berakhir dengan sesi berfoto bersama setelah pemonev selesai mengecek dokumen-dokumen PPG yang terpajang di meja dan dinding kelas. (nlm)