Rapat Pengembangan Bahan Ajar PLPG

 

Gd. Ki Hajar Dewantara Lantai 5 UNJ pada Rabu, 13 Setember 2017, pukul 16.00-19.00 dipenuhi oleh para Koordinator Prodi dan dosen wakil prodi di UNJ. Pada sore tersebut, dilaksanakan kegiatan Rapat Pengembangan Bahan Ajar PLPG yang diselenggarakan oleh LP3M UNJ. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris LP3M (Ibu Endang). Tampak hadir para Koorprodi di FBS, yaitu dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Bahasa Prancis, Prodi Pendidikan Bahasa Jerman, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Prodi Pendidikan Seni Rupa, dan Prodi Seni Tari dan Musik.

Dalam sambutannya, Sekretaris LP3M menginformasikan bahwa ada temuan Tim Monev PLPG sehingga nilai PLPG UNJ jatuh, yaitu karena prodi tak memiliki bahan ajar selain modul PLPG; jadwal PLPG yang kerap berubah-ubah; di saat workshop, hanya satu instruktur yg masuk, padahal terjadwal dua instruktur; serta Instruktur tidak mengajarkan kepada peserta bagaimana model pembelajaran yang baik di depan kelas. Beliau juga menambahkan bahwa Kepala Pusat Sumber Belajar UNJ mengatakan bahwa dalam satu prodi ada dua bahan ajar yg akan didanai. Oleh sebab itu, setiap prodi harus membuat bahan ajar bagi melengkapi modul PLPG yang selama ini sudah dibaca guru secara daring dan telah dipakai dalam kegiatan pembekalan materi PLPG daring.

Setelah pemaparan Ibu Endang, kegiatan rapat dipandu oleh Koordinator Pusat Sertifikasi Guru dan Dosen, Bapak Khaerudin yang menjelaskan tentang membuat bahan ajar.

Dalam pemaparannya, Bapak Khaerudin mengemukakan bahwa pada Rabu berikutnya akan ada pertemuan lagi dengan topik berbeda. Produk yang akan dihasilkan dalam Workshop PLPG, yaitu RPP; Bahan Ajar; dan Instrumen Evaluasi.

Bahan ajar masih menggunakan modul-modul saat pembekalan materi daring di sertifikasiguru.co.id. Mohon prodi mengecek kembali apakah modul sesuai dengan kisi-kisi, terutama bagian yang dianggap penting. Tiga alternatif pilihan dalam membuat bahan ajar, yaitu 1) Menyeleksi materi yang tersedia; 2) Memodifikasi materi yang telah ada; atau 3) Mendesain materi baru. Yang paling memungkinkan, prodi akan membuat kompilasi dari berbagai sumber, baik dari buku ajar, modul, jurnal, maupun dari sumber lain. Yang terpenting, bahan ajar yang disusun harus memiliki prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan. (nlm)