MENDIRIKAN INDONESIA DI ASRAMA CALON GURU

Jakarta, 19 Agustus 2017. PPG SM-3T Bahasa Indonesia FBS UNJ mengikuti lomba yang diadakan di asrama PPG, Kampus Timur UNJ. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lomba antarprogram studi dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI.

Ada 9 cabang lomba, 7 di antaranya lomba antarprodi dan 2 lomba antar-RT. Lomba antarprodi meliputi lomba bakiak, gobak sodor, tenis meja, bulu tangkis, sepeda lambat, makan kerupuk, dan vocal group. Adapun lomba antar-RT meliputi lomba futsal gembira dan tarik tambang.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu tanggal 12, 13, dan 19 Agustus. Pada tanggal 12 dilaksanakan lomba gobak sodor, tarik tambang, bakiak, sepeda lambat, bulu tangkis, tenis meja, dan makan kerupuk. Dilanjutkan pada tanggal 13 yaitu lomba tenis meja dan lomba bulu tangkis. Kegiatan berakhir pada 19 Agustus dengan perlombaan vocal group.

PPG SM-3T Bahasa Indonesia mengikuti semua cabang lomba dan memenangkan beberapa perlombaan. Adapun perlombaan yang dimenangkan adalah Juara 1 Lomba Bulu Tangkis Putra, Juara 2 Lomba Gobak Sodor Putri, Juara 1 Lomba Sepeda Lambat Putra, dan Juara 2 Lomba Gobak Sodor Putri.

Yudith selaku ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah susah payah diraih oleh para pahlawan. Sebagai penutup, Yudith juga berpesan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Malam penutupan kegiatan peringatan hari kemerdekaan Indonesia pun ditutup dengan konser juang dengan tema mendirikan Indonesia pada Sabtu malam 19 Agustus 2017. Bertempat di aula rusunawa UNJ kampus B acara dibuka dengan penampilan pembacaan puisi karya Sapardi Djoko Damono dan Yudi yang bertema perjuangan dan kemerdekaan. Pembukaan acara tersebut dibuka oleh rekan-rekan dari PPG SM-3T Bahasa Indonesia. Penonton pun khidmat menyaksikan penampilan yang sederhana namun memukau. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama dan konser lagu-lagu perjuangan.

Dengan konsep kafe dan barista sederhana acara malam penutupan peringatan hari kemerdekaan pun terbilang sukses. Acara ini tidak hanya melibatkan mahasiswa calon guru profesional, tetapi juga melibatkan pengurus asrama bahkan pengelola asrama yang setiap hari masak di dapur. Hal tersebut sekaligus menjadi simbol keinginan yang kuat dari semua rekan untuk menghargai siapa pun yang telah berjasa kepada kita.  Acara pun ditutup dengan doa setelah pembagian hadiah-hadiah lomba selesai dilakukan. (Imam, Pipit, Haris)