Kelas Turnitin bagi Mahasiswa Prodi PBSI FBS UNJ

Lebih dari 50 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memenuhi ruang Q.102 UNJ pada pukul 10.00-11.30 pada Jumat, 21 Juli 2017 untuk mengikuti Pelatihan Turnitin yang diselenggarakan oleh Prodi PBSI FBS UNJ.

 

Mereka adalah mahasiswa tingkat akhir, dari Angkatan 2013 yang sudah memasuki Bab 4 dan Bab 5 skripsi. Mereka memang diminta hadir oleh Koordinator Prodi PBSI (Koorprodi) Ibu N. Lia Marliana untuk memperoleh informasi mengenai aplikasi Turnitin. Mereka pun akan mengecek langsung tingkat similaritas skripsi masing-masing. Oleh sebab itu, semua mahasiswa yang hampir menyelesaikan skripsinya ini diminta membawa perangkat mengetik dengan dilengkapi modem agar dapat terkoneksi internet dengan cepat. 

 

Pelatihan Turnitin bagi Mahasiswa ini diselenggarakan Prodi PBSI sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Turnitin yang diikuti Koorprodi bersama Dosen DPK Prodi PBSI, Ibu Marlina pada Kamis, 20 Juli 2017 pukul

10.00-12.30 WIB di Gedung M. Syafei Lantai 8 UNJ.  Ibu Marlina pun kemudian menjadi narasumber dalam Pelatihan Turnitin bagi Mahasiswa Prodi PBSI FBS UNJ. Sementara itu, Koorprodi PBSI membuka kegiatan ini secara resmi dan memberikan penjelasan awal mengenai apa itu turnitin kepada mahasiswa. 

 

Pada kegiatan ini, semua mahasiswa mendaftarkan diri dalam kelas Skripsi 106 dan mengirimkan dokumen skripsi secara utuh dari Bab I hingga Bab V. Mahasiswa diberikan nomor akun dan kata sandinya agar bisa masuk ke aplikasi turnitin di laman www.turnitin.com. Ibu Marlina membimbing para mahasiswa setahap demi setahap. Para mahasiswa mencoba dan beberapa sudah berhasil login dan mengunggah dokumen skripsinya, ada pula yang belum berhasil karena kesulitan terkoneksi internet. Namun, pada akhirnya semua mahasiswa dapat masuk ke akun kelas Sepersi 106 dan mengecek kadar similaritas skripsinya masing-masing. Mahasiswa S1 yang melebihi tingkat similaritas di atas 30% harus memperbaiki sehingga kurang dari 30%, kemudian barulah mereka bisa mengikuti sidang skripsi. (nlm)