Asesmen Lapangan Akreditasi Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni

Asesmen Lapangan  Akreditasi Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni

Asesmen Lapangan Akreditasi Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni

Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (PMPBI FBS UNJ) melaksanakan Asesmen Lapangan dalam rangka akreditasi program studi pada Rabu-Kamis, 28-29 Juli 2020. Tampak berbeda dengan pelaksanaan asesmen Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin tahun lalu, asesmen kali ini dilaksanakan secara daring namun juga dihadiri oleh pimpinan dan beberapa tenaga kependidikan fakultas, program studi, dan GPJM secara luring. Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum dan Dr. Ngadiso, M.Pd. bertindak sebagai asesor BAN PT pada sesi asesmen lapangan ini.

Sebelum kegiatan dimulai, acara dibuka dengan sambutan Dekan FBS, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. Ibu Liliana berharap agarĀ  para asesor dapat memberikan arahan, pembinaan, dan rekomendasi agar PMPBI dapat meningkatkan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan. Acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor UNJ, Dr. Komarudin, M.Si. Bapak Rektor mengucapkan terimakasih atas kesediaan para asesor melaksanakan asesmen secara daring setelah sempat tertunda beberapa minggu. “Asesmen PMPBI adalah asesmen kedua yang dilaksanakan secara daring di UNJ. Diharapkan PMPBI FBS dapat mengikuti jejak salah satu program studi di FE yang melaksanakan asesmen daring dan mendapatkan hasil akreditasi A,” Komarudin menambahkan. Tak ketinggalan, Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dan Dr. Ngadiso, M.Pd. juga memberikan sambutan. Selain memperkenalkan diri, Bapak Baso Jabu berharap agar dokumen borang dapat dipertunjukkan dalam bentuk video. Sementara Bapak Ngadiso menambahkan jika hasil asesmen dijadikan sebagai rekomendasi untuk continuous quality improvement meskipun penilaian akreditasi dilaksanakan 5 tahun sekali.

Memasuki acara inti pada hari pertama yaitu tanya jawab dengan Dekanat FBS dan Pimpinan PMPBI, Ibu Liliana mengawali dengan penjelasan tentang mekanisme penyusunan visi dan misi FBS dilanjutkan dengan gambaran segala kegiatan yang dilakukan oleh fakultas maupun program studi, mulai dari perencanaan, implementasi, pelaporan hingga monev. Tanya jawab semakin berkembang dengan bahasan seputar status borang yang seharusnya terpisah dengan borang program S1, struktur organisasi, rasio dosen dan mahasiswa, kurikulum, kerjasama, dll. Juga, dalam sesi ini dihadirkan testimoni dari para alumni dan pengguna layanan lainnya. Agenda hari pertama berakhir pada pukul 18.00 WIB. Dari sesi tanya jawab, lahirlah sejumlah rekomendasi dari para asesor, di antaranya hal-hal yang harus ditambahkan pada borang terkait dengan hasil penemuan asesmen, serta hal-hal yang harus ditingkatkan performanya secara implementatif.

Agenda hari ke-2 Asesmen Lapangan diisi dengan sesi tanya jawab dengan tenaga kependidikan. Selain Dekanat FBS dan tim dari PMPBI serta GPJM, hadir pula mengikuti dari awal acara, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Sub Bagian beserta staf terkait, serta Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) beserta staf. Para asesor mengajukan pertanyaan seputar masalah kemahasiswaan, kepegawaian, sarana dan prasarana, alumni, administrasi perkuliahan, fasilitas TIK, keuangan, dll. Keterangan yang diberikan baik oleh unit lain, UPT TIK, serta tenaga kependidikan mengklarifikasi data-data dan informasi yang trdapat pada standar borang. Di penghujung sesi sebelum Dekan FBS menutup acara, Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. memberikan rekomendasi diantaranya menyoal beban kerja dosen yang sangat tinggi, penyesuaian data borang kondisi riil dengan data pada SAPTO, peluang untuk income generating melalui kerjasama, serta keidealan sarana prasarana bagi dosen. Sementara itu, Dr. Ngadiso, M.Pd. memberikan rekomendasi seputar sosialisasi pemahaman visi dan misi, peningkatan kinerja dosen di bidang P2M, penambahan dana untuk penelitian, dukungan TIK untuk semua bidang khususnya tracer study. (ren)