Pelatihan Penulisan Artikel untuk Jurnal Bahasa Seri II

Pelatihan Penulisan Artikel untuk Jurnal Bahasa Seri II

Pelatihan Penulisan Artikel untuk Jurnal Bahasa Seri II

Seri II Pelatihan Penulisan Artikel untuk Jurnal Bahasa dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2020, melalui media zoom di rumah masing-masing peserta. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis bagi dosen bidang kajian bahasa dan sastra di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Narasumber kegiatan masih dengan Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum. dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Pascasarjana Universitas Negeri Sebelas Maret. Kegiatan diikuti oleh 62 dosen dari 10 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FBS.

Di awal sesi, Dekan FBS, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. membuka pelatihan dengan arahan yang memotivasi peserta, yaitu memberikan gambaran pentingnya publikasi bagi seorang akademisi, yang tidak hanya berdampak bagi individu namun juga institusi. Pelatihan dimoderatori oleh Dr. Subur Ismail, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis yang juga sebagai Ketua Pusat Kajian Jurnal FBS.

Mengawali sesi pemaparan, Bapak Kundharu mengingatkan tagihan untuk peserta pada pelatihan seri I, yaitu artikel yang akan diulas pada sesi pelatihan seri II ini. Acara dilanjutkan dengan penjelasan teknis dan simulasi langsung tentang cara memulai menulis artikel hingga mencari situs terindeks Scopus. Kundharu menekankan, “Penulisan artikel sebaiknya diawali dengan penyeleksian dan identifikasi situs jurnal yang menjadi minat bahasan dalam artikel.” Sebelum artikel diajukan, pastikan artikel telah memenuhi kriteria yang baik, yaitu memuat kebaharuan pada bab I, menggunakan referensi berbahasa Inggris 5 tahun terakhir, serta menggunakan rujukan yang bereputasi internasional. Sepanjang sesi simulasi, dijabarkan hal-hal yang harus dicermati, diantaranya pengecekan di Scimago dan Scopus untuk menentukan jurnal yg kita tuju, identifikasi jurnal predator di Beall’s list, penentuan jurnal yang terbit 2 hingga 3 kali dalam setahun dan memiliki akses terbuka.

Pada sesi tanya jawab, 6 dosen mengajukan pertanyaan yaitu: Novi Anoegrajekti, Nina Wanda Casandra,  Ilza Mayuni, Sam Chaniago, Titi Gomoh, dan Krisanjaya. Pertanyaan yang diajukan para peserta berkaitan dengan jurnal mana saja yang dapat menampung kajian bidang-bidang bahasa dan sastra, bagaimana agar artikel dapat diterima di jurnal terindeks Scopus, keberadaan jurnal yang naik turun peringkatnya,  masalah-masalah yang muncul dalam menerbitkan artikel ke jurnal terindeks Scopus, dan adanya jurnal predator. Kegiatan seri II ini tentunya akan berlanjut dengan seri III pelatihan serupa, namun diharapkan para peserta telah melahirkan satu karya tulis yang sudah diulas diantaranya oleh narasumber selama masa interval pelatihan. (ren)