Lokakarya Penulisan Artikel Seni Seri II “Pemetaan dan Penyisiran Jurnal Seni”

Lokakarya Penulisan Artikel Seni Seri II “Pemetaan dan Penyisiran Jurnal Seni”

Lokakarya Penulisan Artikel Seni Seri II “Pemetaan dan Penyisiran Jurnal Seni”

pada Selasa, 7 Juli 2020, kembali Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Artikel Seni seri ke-2 yang dilakukan secara daring melalui zoom meet pada pukul 09.00-11 30 WIB. Lokakarya seri ke-2 mengusung tema “Pemetaan dan Penyisiran Jurnal Seni”. Narasumber kegiatan masih dengan Ibu Aprina Murwanti, S.Ds., Ph.D., salah satu 50 peneliti produktif di Indonesia, yang juga seorang dosen pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS.

Kegiatan lokakarya diikuti oleh 21 dosen pendidikan seni di lingkungan FBS. Sebelum dimulai, acara dibuka oleh Wakil Dekan II FBS, Dr. Dian Herdiati, M.Pd. dengan moderator Selly Oktarini, S.Pd., M.Sn., dosen pada program Studi Pendidikan Tari FBS.

Kegiatan dilaksanakan dalam 3 sesi, yaitu sesi pemaparan materi, sesi simulasi tentang cara mendaftar dan mengunggah artikel pada jurnal, serta sesi tanya jawab dan diskusi. Pada sesi pemaparan, Ibu Aprina menekankan pentingya melakukan simplifikasi dalam penentuan jurnal seni. Proses simplifikasi memerhatikan beberapa aspek diantaranya ranking jurnal, jurnal berbayar atau tidak, serta relevansi artikel. Aprina menegaskan, “Riset didominasi kuantitatif atau metodologi baru yang provokatif serta meminta perdebatan dan argunen kritis, agar hasil riset berpeluang besar dapat terpublikasi.” Faktor-faktor ini tentunya didukung oleh judul yang sangat provokatif atau presisi pula. Faktor pemilihan editor dan penyeleksian referensi tentunya harus diperhatikan untuk melahirkan karya tulis dengan kualitas konten yang sesuai dengan jurnal yang dituju.

Dari sekian banyak jurnal yang dapat dipetakan, terseleksilah tiga jurnal yang sekiranya bisa mengakomodasi artikel para dosen pendidikan seni yaitu Scimago, Sinta, dan Orcid. Ketiga jurnal ini mewakili kebutuhan para dosen dari segi kredibilitas, pemenuhan angka kredit, kemudahan dan kemampuan akses, serta kefamiliaran.

Pada sesi simulasi, narasumber menuntun peserta mennyeleksi, memetakan dan menyisir jurnal-jurnal terkait bidang seni. Ibu Aprina juga menunjukkan simulasi mengunggah abstrak atau karya tulis pada salah satu jurnal. Beberapa contoh abstrak dan artikel tersebut merupakan luaran kegiatan lokakarya seri I dari para peserta yang telah diulas, diberikan rekomendasi, dan direvisi hingga narasumber menilai bahwa karya tulis tersebut memenuhi segala kriteria penulisan. Kegiatan lokakarya seri II ini akan dilanjutkan dengan lokakarya penulisan artikel seni seri III, yang merupakan rangkaian akhir dari kegiatan lokakarya ini. Peserta harus mempersiapkan artikelnya masing-masing untuk diunggah pada salah satu jurnal tujuan. Artikel-artikel tersebut akan sudah diulas oleh narasumber secara personal dengan masing-masing peserta, dan perbaikan-perbaikan tentunya juga telah dilakukan sesuai rekomendasi. (ren)