Kiprah Pusake Betawi FBS UNJ dalam Bedah Buku Dongeng Betawi Tempo Doeloe Karya Abdul Chaer  

Kiprah Pusake Betawi FBS UNJ dalam Bedah Buku Dongeng Betawi Tempo Doeloe Karya Abdul Chaer   

Kiprah Pusake Betawi FBS UNJ dalam Bedah Buku Dongeng Betawi Tempo Doeloe Karya Abdul Chaer  

Pusake Betawi FBS UNJ kembali menyelenggarakan kegiatan bedah buku. Sebelumnya, membedah buku Tembang Padang Ilalang karya Sam Mukhtar Chaniago, kini, buku Abdul Chaer berjudul Dongeng Betawi Tempo Doeloe dibedah oleh Ketua Pusake Betawi FBS UNJ, Ibu Dr.  Tuti Tarwiyah Adi, M.Si. Tidak ketinggalan, salah satu pakar sastra, dosen purnabakti dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Jakarta, Ibu Dra. Zulfahnur Z.F., M.Pd. turut membedah buku karya sahabatnya ini. Kegiatan ini bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS UNJ yang memasukkan bedah buku ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan Hari Guru 2017.

 Kegiatan bedah buku yang diselenggarakan pada Kamis, 16 November 2017, pukul 14.00-16.00 di Aula Gedung Bung Hatta Lantai II Pascasarjana UNJ ini diawali dengan sambutan Pusake Betawi FBS UNJ sebagai mitra kerja sama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS UNJ. Sambutan diwakili oleh Bapak Drs. Sam Mukhtar Chaniago, M.Si. Wakil Ketua Pusake Betawi FBS UNJ. Beliau pun memoderatori kegiatan bedah buku ini.

Alika, salah satu mahasiswa Prodi PBSI kelas 3PB1 membacakan dongeng ke-45 dalam buku Bapak Abdul Chaer. Sayangnya, pada saat bersamaan, Bapak Abdul Chaer yang awalnya akan datang, tetiba berhalangan hadir sehingga tidak dapat menyaksikan buku beliau dibedah Ketua Pusake Betawi dan Ibu Zulfahnur, serta dibacakan Alika dengan bagusnya.

Buku Dongeng Betawi Tempo Doeloe ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya menggunakan bahasa Indonesia sehingga siapapun mudah memahami isi dongeng ini. Muatan pendidikan karakter yang sangat sarat dalam buku ini pun menjadi kelebihannya. Selain itu, buku ini sangat menghibur karena menyuguhkan dongeng-dongeng Betawi yang lucu dan mengundang tawa. Buku ini sangat cocok dibaca siapapun dan menjadi bahan literasi bagi siswa sesuai dengan kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013. Kupasan dan bedahan Ibu Tuti dan Ibu Zulfahnur memberikan banyak wawasan kepada hadirin mengenai konsep dongeng, konsep dongeng Betawi, sejarah dan cerita mengenai dongeng Betawi, serta seputarnya. Bedah buku ini berakhir pada pukul 16.00 setelah sesi tanya jawab dan modertor menutup simpulannya. (nlm)