Seminar dan diskusi Metode Penilaian Ranah Sikap dan Keterampilan dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi  

Seminar dan diskusi Metode Penilaian Ranah Sikap dan Keterampilan dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi   

Seminar dan diskusi Metode Penilaian Ranah Sikap dan Keterampilan dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi  

Rektor UNJ membuka secara resmi Seminar dan diskusi (Semdis) Metode Penilaian Ranah Sikap dan Keterampilan dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi di Aula Latif, Gedung Dewi Sartika Lantai 2 UNJ pada pukul 09.30 WIB. Semdis ini mundur dimulai dari agenda seharusnya pukul 08.00 menjadi pukul 09.00 karena Rektor UNJ membuka kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di Aula Maftuhah Yusuf pada jam yang sama.

Bahrul Hidayat, Ph.D. kembali menjadi narasumber dalam kegiatan semdis yang diaelenggarakan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNJ kali ini. Beliau merupakan Ketua HEPI (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia). Pada 2 Juni lalu, Bahrul Hayat menjadi narasumber di UNJ dalam Seminar Asesmen Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Tidak ketinggalan para dosen di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) berpartisipasi sebagai peserta dalam seminar-seminar yang diaelenggarakan LPP ini. Tampak hadir para kaprodi di lingkungan FBS sejak pukul 08.00 hingga berakhirnya kegiatan seminar dan diskusi ini pada pukul 12.00.

Dalam paparannya mengenai metode penilaian dalam ranah sikap dan keterampilan, Bahrul Hayat menyampaikan bahwa penilaian sikap bisa diperoleh melalui observasi langsung dan melalui perilaku yg diamati. Metode pengukuran sikap di antaranya dengan skala likert (likert scaling) utk menilai should and would items; skala equidistance utk menilai belief, affective, and conative items; dan semantic differential (osgood) utk menilai behavioral-tendency and actual-behavior items.

Sementara itu, masih menurut Bahrul, selain ranah sikap, terdapat penilaian ranah keterampilan kognitif. Ranah ini diarahkan pada penilaian atau pengukuran kemampuan berpikir mahasiswa yang termasuk kategori kognitif tinggi (higher older thinking skills). Selain itu, terdapat pula penilaian ranah keterampilan psychomotoric skills. Pada ranah ini diarahkan pada penilaian atau pengukuran kemampuan motorik-fisik dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu. Kemampuan motorik terkait dengan kemampuan teknis tertentu yg dapat dipelajari hingga memperoleh kemahiran yang ditunjukkan dengan kualitas, efektivitas, dan efisirensi. (nlm)