Special Award for Excellent Invention Entitled Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam ITEX 2016

Special Award for Excellent Invention Entitled Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam ITEX 2016

Special Award for Excellent Invention Entitled Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam ITEX 2016

Selamat dan sukses bagi Ayu Atika Ambarsari dan Nurhasannah, dua mahasiswa kelas 4PB4 Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PS PBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pada 21 Maret 2016 diumumkan mereka berhasil lolos gelombang pertama seleksi peserta ITEX 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia. ITEX kepanjangan dari International Invention and Innovation Exhibition Malaysia, di bawah Kememterian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia. Kompetisi ini disebut INNOPA (International Invention Inovation and Technology Exhibition) 2016.
Kemudian, peserta yang telah lolos seleksi gelombang pertama akan mengikuti seleksi berikutnya di Kuala Lumpur pada 12-14 Mei 2016. Ayu Atika Ambarsari, Nurhasannah, beserta dua temannya dari universitas lain, serta dengan 11 tim utusan Indonesia lainnya bergabung dengan tim-tim kompetitor dari 12 negara di dunia.
Di Kuala Lumpur, Ayu Atika Ambarsari dan Nurhasannah selain mendapatkan sertifikat kesertaan dari panitia INNOPA di Malaysia sebagai “Asian Young Inventors Exhibition 2016″ dan medali, juga mendapat piagam penghargaan “Special Award for an Excellent Invention Entitled” dengan medali emasnya dari Kementerian Pendidikan Thailand. Produk yang dihasilkan mereka adalah “keychain applause alarm” atau gantungan kunci yang berbunyi jika diberi tepukan. Produk ini dibuat dari bahan kain flanel. Sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, produk ini dikaitkan dengan peranan benda tersebut sebagai media pembelajaran. Walaupun bermodalkan dana yang tidak sedikit bagi ukuran Ayu dan Nur, biaya pendaftaran yang jutaan, biaya menginap berhari-hari di Kuala Lumpur, tiket pesawat pp memang dirasa sangat memberatkan. Namun, semangat mereka untuk unjuk gigi di mata dunia ini meluluhkan semua kendala. Keberanian Ayu Atika Ambarsari dan Nurhasannah dalam mengikuti ajang internasional ini patut ditiru dan semoga menginspirasi mahasiswa lainnya di UNJ, khususnya di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. (Nlm)